Jon Hendri, S.E. Dt. Sutan Dilangik: Bangun Koto Sani Bersama, Tanpa Pilah-Pilih

Jon Hendri, S.E. Dt. Sutan Dilangik: Bangun Koto Sani Bersama, Tanpa Pilah-Pilih

Redaksi

KABUPATEN SOLOK.SumbarMaju.com — Membangun sebuah nagari tidak cukup hanya dengan mengandalkan program dan anggaran, tetapi membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat. Semangat inilah yang diusung Jon Hendri, S.E. Dt. Sutan Dilangik, calon Wali Nagari Koto Sani nomor urut 4,Minggu, 9/8/2026.

Jon Hendri menawarkan gagasan pembangunan yang menempatkan kebersamaan, musyawarah dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan nagari. 


Baginya, Nagari Koto Sani merupakan milik seluruh masyarakat sehingga pembangunan tidak boleh hanya dirasakan oleh kelompok tertentu.


Salah satu komitmen yang disampaikannya adalah menjaga kebersihan lingkungan nagari, terutama jalan-jalan utama yang menjadi wajah Koto Sani. 


Lingkungan yang bersih dan tertata dinilai bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan kepedulian bersama terhadap nagari.


Di sisi lain, Jon Hendri juga melihat anak nagari yang berada di rantau sebagai kekuatan besar yang perlu dirangkul. 


Potensi, pengalaman, jaringan dan kepedulian para perantau diharapkan dapat dioptimalkan untuk ikut memberikan kontribusi bagi kemajuan kampung halaman.


Dalam bidang sosial, ia juga menaruh perhatian terhadap persoalan ketepatan sasaran bantuan masyarakat. 


Menurut gagasannya, program bantuan sosial harus diberikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga mereka yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh perhatian secara layak.


Yang menjadi penekanan lainnya adalah komitmen untuk melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam pembangunan nagari. 


Jon Hendri ingin membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, memberikan masukan serta ikut menentukan arah pembangunan Koto Sani.


Prinsip musyawarah dan mufakat juga menjadi salah satu fondasi yang ditawarkan. 


Setiap keputusan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat diharapkan dapat dibicarakan dan diputuskan melalui proses bersama, sehingga pemerintahan nagari tidak berjalan sendiri tanpa mendengar suara masyarakat.

Selain pembangunan fisik dan sosial, Jon Hendri juga memberikan perhatian terhadap keamanan, ketertiban dan persoalan kenakalan remaja. 


Pemerintahan nagari menurutnya harus hadir dan aktif membangun sinergi dengan seluruh unsur masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.


Upaya tersebut tentunya membutuhkan kebersamaan antara pemerintah nagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, pemuda, bundo kanduang, lembaga nagari dan seluruh masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, berbagai persoalan nagari diharapkan dapat dihadapi secara bersama dan tidak dibebankan kepada satu pihak saja.


Bagi Jon Hendri, kepemimpinan bukan tentang membeda-bedakan masyarakat, tetapi bagaimana merangkul seluruh elemen dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun nagari. 


Karena itu, semangat "tanpa pilah-pilih" menjadi bagian penting dari gagasan yang ditawarkannya kepada masyarakat Koto Sani.


Dengan nomor urut 4, Jon Hendri, S.E. Dt. Sutan Dilangik mengajak masyarakat Koto Sani untuk menjadikan pemilihan Wali Nagari sebagai momentum menentukan arah masa depan nagari. Pilihan masyarakat diharapkan lahir dari pertimbangan yang matang terhadap visi, gagasan, kemampuan dan komitmen setiap calon.


Koto Sani adalah milik bersama. Membangunnya pun membutuhkan kebersamaan.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar