Singkarak SumbarMaju.com — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar momentum mengenang perjuangan para pahlawan. Lebih dari itu, kemerdekaan menjadi saat yang tepat bagi seluruh anak bangsa untuk melakukan refleksi: sejauh mana semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa masih kita jaga?.
Indonesia lahir dari keberagaman. Berbeda suku, agama, bahasa, budaya, adat istiadat hingga pilihan politik, namun seluruh perbedaan tersebut dipersatukan oleh satu identitas besar, yakni Indonesia.Senin, 17/8/2026.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Perbedaan seharusnya menjadi kekuatan, bukan alasan untuk saling menjauh, mencurigai bahkan mempertentangkan satu sama lain.
Namun di tengah perkembangan zaman, tantangan terhadap persatuan bangsa semakin kompleks.
Kemajuan teknologi informasi dan media sosial, di satu sisi memberikan ruang luas bagi masyarakat untuk berkomunikasi dan menyampaikan pendapat. Tetapi di sisi lain, ruang digital juga sering menjadi tempat berkembangnya ujaran kebencian, provokasi, hoaks dan berbagai informasi yang dapat memperuncing perbedaan.
Peringatan Kemerdekaan Jangan Kehilangan Arah
Di tengah momentum 81 tahun kemerdekaan, pelaksanaan berbagai kegiatan HUT RI di masing-masing nagari, kecamatan, instansi pemerintah, sekolah maupun lembaga juga patut menjadi bahan evaluasi.
Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan arah dan kebijakan kegiatan yang dilaksanakan. Ketika masing-masing berjalan dengan konsep dan kepentingannya sendiri tanpa koordinasi serta arah yang jelas, semangat peringatan kemerdekaan berpotensi kehilangan substansi.
Ibarat sebuah perjalanan, kita seperti kehilangan arah—sibuk melangkah, tetapi belum tentu mengetahui tujuan yang hendak dicapai.
Peringatan HUT RI seharusnya tidak berhenti pada seremoni, perlombaan dan kemeriahan sesaat. Ada pesan kebangsaan yang jauh lebih penting, yakni memperkuat persatuan, menumbuhkan gotong royong, menghargai perjuangan para pahlawan serta membangun kesadaran bahwa kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama.
Karena itu, diperlukan kebijakan dan koordinasi yang lebih jelas dalam mengemas momentum kemerdekaan. Nagari, kecamatan, instansi pemerintah, sekolah maupun berbagai lembaga hendaknya tidak sekadar melaksanakan kegiatan karena rutinitas tahunan, tetapi mampu menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai edukasi, kebangsaan dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Jangan sampai kemeriahan HUT RI justru kehilangan ruh perjuangan para pendahulu bangsa.
Kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan dengan darah dan pengorbanan tidak seharusnya diwariskan kepada generasi berikutnya dalam bentuk perpecahan.
Merah Putih bukan hanya simbol yang dikibarkan setiap bulan Agustus. Merah Putih adalah pengingat bahwa kita berasal dari tanah air yang sama, memiliki cita-cita kebangsaan yang sama, serta mempunyai tanggung jawab yang sama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan, sudah saatnya semangat gotong royong kembali diperkuat. Persatuan tidak berarti harus memiliki pandangan yang sama dalam segala hal. Persatuan justru berarti mampu hidup berdampingan meskipun memiliki perbedaan.
Bangsa yang besar bukan bangsa yang tidak memiliki perbedaan, melainkan bangsa yang mampu mengelola perbedaan dengan kedewasaan.
Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI hendaknya menjadi kesempatan untuk kembali mempererat silaturahmi, menghargai perbedaan, mengedepankan kepentingan bangsa dan menghindari segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.
Jangan sampai perjuangan panjang para pahlawan untuk merebut kemerdekaan justru kita balas dengan mempertajam perpecahan di antara sesama anak bangsa.
Mari menjadikan Merah Putih sebagai simbol persatuan, bukan sekadar warna dalam sebuah bendera.
Di usia 81 tahun Indonesia merdeka, tugas kita bukan hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga merawatnya—dengan menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun golongan.
Sebab Indonesia akan tetap kuat selama anak bangsanya memilih untuk bersatu.( Yef)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar