H. Amril Tekankan Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi bagi PPPK.

H. Amril Tekankan Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi bagi PPPK.

Redaksi

SumbarMaju.Com | KOTA SOLOK — Sebanyak 38 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari Kabupaten Solok dan Kota Solok mengikuti Orientasi Penguatan Ekoteologi dan Moderasi Beragama yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan Padang di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Solok, Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 32 PPPK dari Kabupaten Solok dan enam PPPK dari Kota Solok. Orientasi ini bertujuan memperkuat wawasan serta pemahaman aparatur mengenai pentingnya moderasi beragama dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Amril, membuka langsung kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan materi tentang kebijakan strategis Kementerian Agama dalam pengarusutamaan moderasi beragama dan ekoteologi.

Penguatan moderasi beragama menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis di tengah keberagaman. Aparatur Kementerian Agama diharapkan mampu menjadi teladan dalam menghargai perbedaan, menjaga toleransi, serta memperkuat persatuan.


Selain itu, ekoteologi mengajak umat beragama untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. Kepedulian terhadap alam perlu diwujudkan melalui perilaku nyata, baik dalam kehidupan pribadi, lingkungan kerja, maupun masyarakat.


Melalui orientasi ini, para PPPK diharapkan tidak hanya memahami konsep moderasi beragama dan ekoteologi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.


Penguatan kedua nilai tersebut juga menjadi bekal bagi aparatur untuk membangun budaya kerja yang inklusif, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.


Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong para PPPK di lingkungan Kementerian Agama menjadi aparatur yang profesional, menjunjung tinggi kerukunan, serta memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan berdampak positif bagi masyarakat.


Orientasi Penguatan Ekoteologi dan Moderasi Beragama ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama, sekaligus memperkuat peran aparatur dalam menghadirkan nilai-nilai agama yang membawa kemaslahatan bagi kehidupan bersama.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar