Saniangbaka – SumbarMaju.Com. Usai pelaksanaan upacara bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, masyarakat Nagari Saniangbaka melanjutkan kegiatan dengan acara ramah tamah. Suasana kebersamaan tampak kental ketika warga, perangkat nagari, tokoh masyarakat, pemuda, guru, serta para Bundo Kanduang Nagari Saniangbaka berkumpul dalam satu wadah silaturahmi.
Acara ramah tamah ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan.
Ketua Bundo Kanduang Saniangbaka: Nasionalisme Adalah Pondasi Nagari
Dalam kesempatan itu, Ketua Bundo Kanduang Nagari Saniangbaka, Hj. Hatriyeli, S.Pd., menyampaikan pentingnya peran Bundo Kanduang sebagai penggerak moral dan sosial di tengah masyarakat.
“Melalui Bundo Kanduang, kita pupuk semangat nasionalisme untuk membangun nagari. Semangat gotong royong dan rasa cinta tanah air harus diwariskan kepada generasi muda. Inilah cara kita mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan dengan susah payah,” ungkap Hj. Hatriyeli, S.Pd.
Beliau menekankan bahwa Bundo Kanduang tidak hanya berfungsi menjaga adat, tetapi juga ikut menanamkan nilai kebangsaan. Dengan kebijaksanaan, kelembutan, dan keteladanan yang dimiliki, Bundo Kanduang diharapkan mampu memperkuat keluarga sekaligus membangun masyarakat yang berkarakter.
Apresiasi dari Ketua BPN Saniangbaka
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Nagari (BPN) Saniangbaka, Ibu Viva Ria Syofian, memberikan apresiasi atas kiprah Bundo Kanduang dalam menjaga kekompakan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi peran Bundo Kanduang yang selalu hadir dalam setiap momentum penting nagari. Kehadiran mereka memberikan kekuatan moral sekaligus menjadi inspirasi dalam menjaga persatuan dan menumbuhkan semangat kebangsaan. Pesan yang disampaikan Ibu Ketua Bundo Kanduang tadi adalah motivasi besar bagi kita semua,” ujar Viva Ria Syofian.
Makna Kebersamaan
Acara ramah tamah berlangsung sederhana namun penuh makna. Makan bersama, saling bertukar cerita, hingga doa bersama menjadi simbol kekompakan masyarakat Saniangbaka dalam merawat nilai persatuan dan nasionalisme.
Peringatan HUT RI ke-80 di Nagari Saniangbaka ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya dikenang lewat seremonial, melainkan harus dihayati dan diwujudkan dalam kebersamaan, kerja keras, serta tekad untuk membangun nagari yang lebih baik.
Komitmen untuk Masa Depan
Di akhir acara, Hj. Hatriyeli, S.Pd. kembali menegaskan pentingnya tekad bersama. “Kalau kita bersatu, insya Allah nagari ini akan semakin maju. Bundo Kanduang hadir untuk memperkuat keluarga, membimbing anak kemenakan, serta mendukung pemerintah nagari dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan,” ujarnya.
Dengan demikian, rangkaian peringatan HUT RI ke-80 di Nagari Saniangbaka tidak hanya diwarnai dengan upacara yang khidmat, tetapi juga kegiatan ramah tamah yang sarat makna. Kehadiran Bundo Kanduang dengan pesan nasionalisme dan apresiasi dari BPN memperkuat semangat masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan membangun nagari dengan penuh kebersamaan..( Yef )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar