Solok, SumbarMaju.com – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Solok tahun ini menjadi momen penuh haru dan kebanggaan bagi keluarga besar MAN 2 Solok. Dari ratusan siswa yang mengikuti seleksi, salah satu siswi terbaiknya, Auliya Annisa Haris, berhasil lolos dan terpilih sebagai anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Solok. Ia menjadi satu-satunya utusan MAN 2 Solok yang dipercaya mengibarkan Sang Saka Merah Putih di lapangan upacara.
Perjalanan Auliya menuju Paskibraka bukanlah jalan yang mudah. Seleksi ketat, latihan fisik yang melelahkan, serta gemblengan mental yang disiplin tinggi harus ia lalui dengan tekad kuat. Namun berkat semangat pantang menyerah, kerja keras, dan dukungan penuh keluarga serta madrasah, ia berhasil membuktikan diri layak berdiri tegak di barisan pasukan pengibar bendera.
“Latihan kemarin sangat berkesan. Saya bisa berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai sekolah, juga dengan pelatih yang baik dan penuh perhatian. Dari Paskibraka, saya belajar disiplin, peduli, bertanggung jawab, berbagi, dan tolong-menolong. Mental saya semakin kuat dan saya jadi lebih berani melakukan sesuatu secara mandiri,” ungkap Auliya dengan penuh rasa syukur.
Auliya adalah putri dari pasangan Syaharuddin (wirausaha) dan Isra Miharti (ibu rumah tangga), anak pertama dari dua bersaudara yang tinggal di Jorong Dalimo, Kecamatan X Koto Singkarak. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan keluarga sekaligus seluruh civitas akademika MAN 2 Solok.
Kepala MAN 2 Solok, H. Maidison, S.Pd., M.Hum, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian ini. “Terpilihnya Auliya sebagai Paskibraka Kabupaten Solok adalah bukti nyata bahwa siswa MAN 2 Solok memiliki potensi besar. Dengan usaha keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah, mimpi bisa diwujudkan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berusaha dan mengharumkan nama madrasah,” ujarnya penuh kebanggaan.
Hal senada juga disampaikan Wakil Kesiswaan, Helmayanti, S.Pd. Menurutnya, Auliya adalah teladan nyata bagi adik-adik kelasnya. “Keberhasilan Auliya ini membuktikan bahwa siswa MAN 2 Solok mampu bersaing dengan sekolah lain di Kabupaten Solok. Ia bisa menjadi contoh bagaimana disiplin, kerja keras, dan keberanian akan membawa hasil yang gemilang,” tutur Helmayanti.
Tak ketinggalan, Amri, S.Pd.I., M.Pd.I, selaku Kepala Tata Usaha, menegaskan bahwa pencapaian ini harus dijadikan pemicu semangat baru. “Kita berharap prestasi Auliya menjadi pintu lahirnya generasi-generasi berprestasi lainnya dari MAN 2 Solok. Kami bangga karena Auliya telah mengangkat nama madrasah di tingkat kabupaten,” katanya.
Sementara itu, Widuri, S.Pd, selaku Wakil Humas, juga memberikan pandangan. “Prestasi Auliya tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga dan sekolah, tetapi juga cermin bahwa madrasah kita memiliki kualitas. Semoga semakin banyak siswa MAN 2 Solok yang mengikuti jejaknya dan mengukir prestasi di berbagai bidang,” ujarnya menambahkan.
Di akhir kisahnya, Auliya memberikan pesan inspiratif untuk rekan-rekan sejawatnya. “Tetaplah berusaha, karena keberhasilan bukanlah milik orang pintar, tetapi milik mereka yang senantiasa berusaha,” pesannya penuh motivasi.
Kisah Auliya Annisa Haris menjadi teladan bahwa keberanian, kerja keras, dan disiplin adalah kunci utama untuk meraih prestasi dan menginspirasi generasi muda lainnya.(SumbarMaju.com / Yef)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar