Sumbarmaju.com_Mengimbangi perumpamaan yang viral tentang pahala sedekah seperti satu biji tanaman yang menghasilkan 700 butir yang tersebut di Surah Al Baqarah ayat 261, ternyata ada sedekah yang tidak berpahala sedikitpun. Hal ini ditegaskan pada Surah Al Baqarah ayat 264 berikutnya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لَا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
Firman Allah SWT pada ayat di atas menghimbau orang-orang beriman agar tidak menyebut-nyebut sedekahnya, menyakiti orang yang menerima sedekah, dan jangan riya.
Bagi orang seperti ini tidak berlaku pelipatgandaan pahala sedekah satu berbanding 700 seperti yang tersebut pada Surah Al Baqarah ayat 261 sebelumnya. Bahkan sedekah yang diiringi dengan menyebut-nyebut, menyakiti penerima sedekah atau riya, tidak berpahala sama sekali. Pahala sedekahnya menjadi hilang bagaikan terkikisnya tanah di atas batu licin yang ditimpa hujan lebat.
Selain perumpamaan di atas ada perumpamaan lain yang sama maknanya, yaitu lenyapnya pahala orang yang bernafkah dalam urusan keduniaan seperti lenyapnya tanaman oleh tiupan udara sangat dingin. Firman Allah SWT di Surah Ali Imran ayat 117 berikut ini:
مَثَلُ مَا يُنْفِقُونَ فِي هَذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Perumpamaan yang ke dua ini menurut Ibnu Kasir merupakan nasib orang-orang kafir. Allah SWT menghapus pahala semua amal kebaikan mereka ketika di dunia hingga mereka tidak dapat memetik buahnya di akhirat kelak, seperti lenyapnya buah-buahan dari lahan atau kebun mereka akibat tiupan angin dingin. ( DIONI )
Wallahu a'lam
Fastabiqul khairat
Dr. Yasmansyah. M.Pd
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar