Sumbarmaju.com_Kuantan Singingi, Riau – Puncak Pacu Jalur 2025 di Tepian Narosa kembali jadi magnet perhatian. Tradisi balap sampan legendaris masyarakat Kuantan Singingi ini tak hanya memukau di arena, tapi juga viral di media sosial, ditonton jutaan warganet, bahkan masuk sorotan media nasional hingga internasional.
Namun di balik gemuruh sorakan penonton dan riuhnya tepuk tangan, perhatian publik justru tertuju pada sosok Master of Ceremony (MC) bilingual yang memandu acara: Weria Hendri, S.Si., M.Pd.
Akademisi yang Jadi MC Protokoler Weria Hendri bukan nama sembarangan. Putra asli Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, ini tengah menempuh studi doktoral (S3) Pendidikan Fisika di Universitas Pendidikan Sultan Idris, Malaysia. Sehari-hari, ia juga berkiprah sebagai staf protokol Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Dengan penguasaan bahasa Indonesia dan Inggris yang fasih, Weri berhasil menghadirkan nuansa internasional di tengah kemeriahan tradisi lokal. Gaya penyampaiannya energik, penuh wibawa, sekaligus komunikatif, membuat para tamu undangan hingga penonton mancanegara merasa terhubung.
Tak heran, panitia mengundangnya secara khusus dari Sumatera Barat untuk memandu acara puncak Pacu Jalur 2025. Reputasinya dalam dunia keprotokolan dan public speaking seolah jadi jaminan kelas dunia.
Jejak Pendidikan dan Karier
Perjalanan akademik Weri cukup impresif:
S1 Fisika – Universitas Negeri Padang
S2 Pendidikan Fisika – Universitas Negeri Padang
S3 Pendidikan Fisika – Universitas Pendidikan Sultan Idris, Malaysia
Kombinasi latar belakang akademik, pengalaman protokoler, dan keterampilan komunikasi publik menjadikannya figur unik: ilmuwan sekaligus entertainer di panggung resmi.
Pacu Jalur 2025 Mendunia
Gelaran Pacu Jalur tahun ini sukses mendobrak batas lokalitas. Potongan video adu cepat jalur di Sungai Kuantan, riuhnya ribuan penonton, hingga aksi MC bilingual menyapa tamu internasional ramai beredar di TikTok, Instagram, hingga YouTube Shorts. Beberapa cuplikan bahkan tembus audiens global.
Tradisi Pacu Jalur pun kian mantap menapaki statusnya sebagai warisan budaya yang mendunia.
Inspirasi dari Tepian Narosa
Kehadiran Weria Hendri di Pacu Jalur 2025 jadi bukti bahwa anak muda Sumatera Barat mampu tampil gemilang di panggung internasional. Ia membawa pesan sederhana namun kuat: akademik bisa bersinergi dengan seni komunikasi, tradisi bisa berpadu dengan modernitas, dan budaya lokal bisa menembus panggung global.(Dyo)
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar