Sinergi Kemenag dan Pondok Pesantren, Persiapan Hari Santri di Solok Semakin Matang

Sinergi Kemenag dan Pondok Pesantren, Persiapan Hari Santri di Solok Semakin Matang

Redaksi

Solok.SumbarMaju.Com – Menjelang peringatan Hari Santri Tahun 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Solok melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang bertujuan memperkuat sinergi dengan seluruh pondok pesantren di daerah ini. Kegiatan berlangsung di Aula Hubbul Wathan, Selasa (02/09), dan dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren se-Kabupaten Solok, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), serta seluruh jajaran Kepala Seksi dan pelaksana Kemenag Kabupaten Solok.

Rakor dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, H. Zulkifli, S.Ag, MM, didampingi Plt. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Mansur Wahid, S.Sos. Dalam sambutannya, H. Zulkifli menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antara Kemenag dan pondok pesantren sebagai upaya untuk memastikan pelaksanaan Hari Lahir Santri Nasional berjalan lancar dan bermakna.


“Kegiatan ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk menghargai peran santri, memperkuat nilai keagamaan, serta menumbuhkan karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia,” ujar H. Zulkifli.


Selain itu, Kepala Kemenag Kabupaten Solok mengutip pernyataan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menekankan agar masyarakat tidak terpancing provokasi yang melampaui batas kemanusiaan. “Mari kita ajak masyarakat kembali ke rumah ibadah, berdzikir, beristighotsah, dan beribadah sesuai agama masing-masing sebagai bentuk introspeksi diri,” imbuhnya. Ia juga menekankan bahwa setiap ASN Kemenag harus membawa nama institusi dalam perilakunya, menjadi teladan dalam menebarkan kedamaian dan kerukunan di tengah dinamika sosial.


Rakor juga membahas evaluasi penerimaan santri baru Tahun Pelajaran 2025/2026. Beberapa pimpinan pondok pesantren menyampaikan tantangan yang mereka hadapi, termasuk keterbatasan sarana prasarana, kualitas tenaga pengajar, serta upaya meningkatkan minat santri. Salah seorang pimpinan pondok pesantren, Ustadzah Siti Nurhaliza, berharap Kemenag dapat memfasilitasi pelatihan guru dan mendukung program inovatif untuk membentuk santri unggul dan berkarakter.


Selain evaluasi, rakor membahas persiapan kegiatan Hari Santri 2025. Beberapa agenda direncanakan, seperti lomba keagamaan antar santri, tabligh akbar, kegiatan bakti sosial, serta penguatan kepemimpinan santri. H. Mansur Wahid menekankan pentingnya partisipasi seluruh pondok pesantren agar semangat Hari Santri terasa menyeluruh di Kabupaten Solok.


Selain aspek teknis, rakor juga menekankan penguatan kelembagaan keagamaan, pengelolaan pondok pesantren, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan formal. Rencana ini diharapkan menciptakan ekosistem pendidikan yang produktif, berkesinambungan, dan mendukung visi Kemenag Kabupaten Solok dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan di daerah.


Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar sinergi antara Kemenag Kabupaten Solok dan pondok pesantren terus berlanjut, serta agar pelaksanaan Hari Lahir Santri Nasional 2025 sukses dan penuh keberkahan. Seluruh rangkaian rakor berlangsung lancar, mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan dan nilai keagamaan di Kabupaten Solok.(Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar