PETI Menggila di Pasaman Barat, Mafia Tambang Kebal Hukum, Polres Hanya Jadi Penonton Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan

PETI Menggila di Pasaman Barat, Mafia Tambang Kebal Hukum, Polres Hanya Jadi Penonton Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan

Redaksi

Sumbarmaju.com_PETI Menggila di Pasaman Barat, Mafia Tambang Kebal Hukum, Polres Hanya Jadi Penonton Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan,Rabu 28 Oktober 2025/10,09:18Wib

Simpang Empat, PASAMAN BARAT. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, semakin merajalela dan terkesan tak tersentuh oleh hukum. Alih-alih ditindak, para pelaku dan mafia tambang emas ilegal justru terlihat leluasa beroperasi siang dan malam. Sementara itu, aparat penegak hukum, khususnya Polres Pasaman Barat, hanya menjadi penonton yang seolah tak berdaya menghadapi kebobrokan ini, serta dugaan lancar nya setoran terhadap Polres pasar. Senin,27/10/2025.


Puluhan alat berat dibiarkan mengeruk perut bumi secara brutal, merusak lingkungan, mencemari sungai, dan menyingkirkan masyarakat adat dari tanahnya sendiri. Tak hanya merusak ekosistem, aktivitas PETI juga menimbulkan konflik sosial dan memperparah krisis hukum di daerah yang seharusnya dijaga dengan integritas tinggi.

“Mereka seperti kebal hukum. Sudah sering dilaporkan, tapi tak pernah ada tindakan nyata. Kami menduga ada backing kuat di belakang aktivitas ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat Jorong yang tak mau disebut namanya karena takut akan intimidasi.


Bahkan, sejumlah sumber menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dan pejabat lokal yang ‘bermain mata’ dengan para pengusaha tambang ilegal. Praktik pembiaran ini menambah panjang daftar kekecewaan rakyat terhadap penegakan hukum di wilayah yang kaya sumber daya, namun miskin keadilan.


Kinerja Polres Pasaman Barat dalam menangani kasus PETI dinilai jauh dari harapan. Hingga saat ini, tidak ada satupun aktor utama dalam tambang ilegal yang dijerat hukum secara tegas. Penangkapan hanya menyasar para pekerja kecil, sementara para pemodal besar dan otak mafia tambang tetap bebas melenggang.


“Kalau aparat hanya menangkap pekerja rendahan dan tidak menyentuh pemilik alat berat dan pemodal, itu namanya sandiwara hukum. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih,” kata aktivis lingkungan dari LSM pasaman barat.


Warga pun mempertanyakan komitmen aparat kepolisian setempat. Bahkan muncul sindiran di media sosial “PETI di Pasaman Barat bukan ilegal, tapi dilegalkan diam-diam.”


Melihat makin kronisnya persoalan tambang ilegal di Pasaman Barat, berbagai elemen masyarakat meminta intervensi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Masyarakat percaya hanya ketegasan dari pusat yang dapat membersihkan jaringan mafia tambang yang telah mengakar hingga ke tingkat daerah.


“Kami mohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar segera mengirim tim investigasi khusus dan menindak siapa pun yang terlibat dalam kejahatan ini, termasuk oknum aparat atau pejabat daerah,” desak Masyarakat Pasaman Barat.


Presiden Prabowo diharapkan dapat menjadikan kasus PETI di Pasaman Barat sebagai simbol perang terhadap tambang ilegal nasional. Jika dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang hancur, tapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum.


1. Bongkar dan usut tuntas jaringan mafia PETI di Pasaman Barat.

2. Tindak tegas pemilik alat berat dan pemodal besar, bukan hanya pekerja lapangan.

3. Evaluasi kinerja Polres Pasaman Barat dan aparat penegak hukum lainnya.

4. Kirim Tim Khusus dari Mabes Polri dan Kejaksaan Agung.

5. Presiden Prabowo harus mengambil alih penanganan jika aparat daerah gagal.


Pasaman Barat sedang berdarah, bukan karena perang, tapi karena kerakusan manusia dan lemahnya penegakan hukum.di pasaman barat Jika negara tidak hadir, maka rakyat hanya tinggal menunggu kehancuran.

(P**R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar