Bangkit dari Bencana, Muhammadiyah Dirikan PRM Muaro Pingai sebagai Simbol Harapan

Bangkit dari Bencana, Muhammadiyah Dirikan PRM Muaro Pingai sebagai Simbol Harapan

Redaksi

SOLOK.SumbarMaju.com – Bangkit dari keterpurukan pasca bencana galodo, Muhammadiyah kembali meneguhkan perannya di tengah masyarakat. 

Setelah penantian panjang dan rangkaian ikhtiar kolektif, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Junjung Sirih, pada Minggu, 4 Januari 2026, secara resmi menyambut terbentuknya Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Muaro Pingai, Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok. 


Kelahiran ranting ini menjadi simbol harapan sekaligus kebangkitan dakwah Islam berkemajuan di tengah situasi pasca-bencana.


Terbentuknya PRM Muaro Pingai bukan sekadar pelengkap struktur organisasi, melainkan menjadi oase pergerakan dakwah yang mendapat apresiasi dari berbagai tingkatan pimpinan Muhammadiyah, mulai dari Pimpinan Pusat, Wilayah, Daerah, hingga Cabang. 


Dengan lahirnya ranting ini, PCM Junjung Sirih kini resmi memiliki empat ranting aktif, menandai konsolidasi organisasi yang semakin kokoh di wilayah tersebut.


Ustadz Arlis, mewakili PCM Junjung Sirih, menyampaikan rasa syukur dan haru atas terbentuknya PRM Muaro Pingai. 


Menurutnya, kehadiran ranting ini merupakan jawaban atas doa dan ikhtiar panjang para kader Muhammadiyah di nagari tersebut.


“Ini adalah momen yang telah lama kami nantikan. 

Lahirnya PRM Muaro Pingai membuktikan bahwa dakwah amar ma’ruf nahi mungkar tidak pernah mati. Bahkan di tengah bencana, semangat persyarikatan justru tumbuh dan menguat,” ujar Ustadz Arlis.


Ia menambahkan, Ketua Lembaga Pembinaan Cabang dan Ranting (LPCR) Muhammadiyah, Syams Rizal, turut memberikan apresiasi atas terbentuknya ranting baru ini dengan langsung menghubungi para inisiator, Ilma Sovri Yanti dan Farid Ari Fandi, serta menjanjikan percepatan penerbitan Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) bagi anggota PRM Muaro Pingai.


Proses terbentuknya PRM Muaro Pingai tidak terlepas dari peran MDMC Muhammadiyah Sumatera Barat. 


Ketua MDMC Sumbar, Portito, S.Pd.I, menjadi penghubung penting yang mendorong niat baik para inisiator hingga terjalinnya komunikasi dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat. Dorongan tersebut berangkat dari semangat dakwah lintas generasi, yang mengingatkan kembali kiprah Aisyiyah di masa lalu di Nagari Muaro Pingai.


Sebelumnya, pembentukan ranting ini telah disepakati dalam Musyawarah Nagari Muaro Pingai yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Januari 2026, di Pos Layanan Informasi Muaro Pingai Bangkit.


 Musyawarah tersebut dihadiri Wali Nagari, BPN, Majelis Taklim Siti Khodijah, unsur MDMC, serta warga penerima manfaat. Selain membahas program kemanusiaan seperti layanan kesehatan bersama RSU Aisyiyah Kota Padang, penyaluran bantuan anak, obat-obatan dan vitamin, serta peninjauan lokasi hunian tetap (huntap), forum tersebut juga menyepakati pembentukan PRM Muaro Pingai.


Susunan kepengurusan PRM dan organisasi otonom Muhammadiyah kemudian dibacakan oleh Vira Angelina, Sekretaris Nasyiatul Aisyiyah yang juga menjabat Sekretaris Nagari Muaro Pingai. Adapun susunan pimpinan yang disepakati yakni:


Ketua PRM Muaro Pingai Ahmad Ghafar dengan Sekretaris Diri Puherman.

Ketua PRA Muaro Pingai Ilma Sovri Yanti dengan Sekretaris Vira Angelina.


Ketua PR Pemuda Muhammadiyah Mike Hardiyanto dengan Sekretaris MJ Ibrahim Habibi.


Ketua PR Nasyiatul Aisyiyah Noves Komala Sari dengan Sekretaris Dora Indriati.

Menindaklanjuti hasil musyawarah tersebut, PCM Junjung Sirih menyatakan siap menelaah dan segera memproses penerbitan Surat Keputusan (SK) Pengesahan sebagai dasar legal dan administratif ranting baru.



“SK ini bukan hanya soal administrasi, tetapi merupakan mandat perjuangan. Kami berharap PRM Muaro Pingai menjadi teladan bahwa di tengah keterbatasan dan pasca-bencana, cahaya Islam berkemajuan justru harus bersinar paling terang,” tutup Ustadz Arlis.


Usai pembacaan ikrar ber-Muhammadiyah dan ber-Aisyiyah, terbentuknya PRM Muaro Pingai menjadi pesan kuat bagi seluruh kader Muhammadiyah di manapun berada: bahwa di setiap jengkal tanah, bahkan di tengah kesulitan galodo, panji matahari tetap harus berkibar dan mencerahkan semesta.( Hen/ Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar