Status Tanggap Darurat Beralih ke Pemulihan, Bupati Agam: Penanganan Bencana Berlanjut.

Status Tanggap Darurat Beralih ke Pemulihan, Bupati Agam: Penanganan Bencana Berlanjut.

Redaksi

Sumbarmaju.com– Pemerintah Kabupaten Agam secara resmi mengakhiri status tanggap darurat bencana alam dan menetapkan peralihan ke masa transisi menuju pemulihan selama enam bulan ke depan.

Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan penanganan bencana yang telah berlangsung sejak terjadinya musibah banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Agam.

Hal tersebut disampaikan Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan penanganan tanggap darurat bencana alam di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (5/1/2026). 

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal SE MCom, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Agam Muhammad Lutfi AR, para kepala OPD, camat wilayah terdampak, serta unsur terkait lainnya.

Dalam rapat itu dibahas perkembangan terkini penanganan bencana, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah strategis dalam peralihan dari masa tanggap darurat menuju masa transisi pemulihan. 


Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tercatat sebanyak 165 orang.


Korban tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Malalak sebanyak 16 orang, Matur 1 orang, Tanjung Raya 10 orang, Palupuah 1 orang, Palembayan 136 orang, serta Ampek Nagari 1 orang. 


Selain itu, masih terdapat 37 orang yang dinyatakan hilang. Dari total korban meninggal dunia, sebanyak 23 orang belum teridentifikasi, terdiri dari 18 jenazah utuh dan 5 bagian tubuh.


Rahmat Lasmono juga mengungkapkan bahwa jumlah warga terdampak yang mengungsi mencapai 3.246 jiwa. Para pengungsi saat ini menempati berbagai lokasi, seperti masjid, musala, serta rumah sanak keluarga. 


Sementara itu, korban yang masih menjalani perawatan medis hingga kini tercatat sebanyak tiga orang dan dirawat di RSUD setempat.


Dari sisi kerusakan dan kerugian, dampak bencana di Kabupaten Agam diperkirakan mencapai lebih dari Rp6,5 triliun. Sebanyak 1.729 rumah dilaporkan rusak berat dan hanyut akibat bencana.


Data tersebut masih berpotensi bertambah, mengingat masih terdapat 14 rumah yang berada dalam kondisi terancam longsor. Saat ini, rumah-rumah yang mengalami kerusakan tengah menjalani proses verifikasi dan validasi oleh tim lapangan.



Selain permukiman, sektor pertanian juga mengalami kerugian yang cukup signifikan dengan nilai taksiran mencapai lebih dari Rp123 miliar. Kerusakan lahan pertanian ini turut berdampak pada perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.


Terkait penanganan pascabencana, Pemerintah Kabupaten Agam telah merencanakan pembangunan hunian sementara (huntara) di lima kecamatan terdampak. 


Di Kecamatan Palembayan, huntara dibangun di tiga titik, yakni Lapangan Bola SD 05 Kayu Pasak, Padang Gantiang, dan Lapangan Jajaran Tamtaman. Sementara di Kecamatan IV Koto, huntara direncanakan berlokasi di Ujuang Bancah, Balingka.


Untuk Kecamatan Malalak, huntara akan dibangun di lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca. Di Kecamatan Palupuah, pembangunan huntara direncanakan di dua titik, yakni Lapangan Pakan Salasa Jorong Guntuang dan Bateh Gadang. 


Sedangkan di Kecamatan Tanjung Raya, huntara akan dibangun di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, serta di kawasan objek wisata Linggai.


Dalam rangka normalisasi sungai dan pembersihan material banjir bandang, BPBD Agam menyebutkan membutuhkan sebanyak 63 unit alat berat ekskavator. Alat berat tersebut akan difokuskan di empat kecamatan, yaitu Palembayan, Palupuah, Malalak, dan Tanjung Raya.


Rapat evaluasi juga membahas laporan terkait bantuan dan donasi yang masuk ke Kabupaten Agam. 


Hingga saat ini, total donasi yang diterima mencapai lebih dari Rp2,736 miliar. Dari jumlah tersebut, realisasi belanja telah mencapai lebih dari Rp800 juta yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat terdampak, seperti beras, sarden, dan minyak goreng. 


Sementara dana donasi sebesar Rp1,877 miliar telah disepakati untuk dikelola bersama BAZNAS.


Rapat kemudian dilanjutkan dengan paparan dari masing-masing camat wilayah terdampak yang menyampaikan kondisi terkini serta berbagai upaya penanggulangan dan pemulihan yang telah dan akan dilakukan di daerah masing-masing.


Ketua DPRD Agam, Ilham, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan berjibaku dalam penanganan bencana. 


Ia berharap kondisi di lapangan terus membaik sehingga proses penanganan dapat berlanjut secara optimal ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.


Senada dengan itu, Kapolres Agam, AKBP Muari, mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. 


Sementara Dandim 0304, Letkol Inf Slamet Dwi Santoso menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh pekerjaan di lapangan dapat berjalan terarah, efektif, dan lancar.


Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal SE MCom, juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada TNI, Polri, Basarnas, serta para relawan yang telah berkontribusi sejak awal masa tanggap darurat. 


Ia mengungkapkan bahwa hingga masa perpanjangan tanggap darurat, kebutuhan akan tambahan alat berat masih cukup tinggi. 



Ia juga menegaskan, apapun keputusan terkait perpanjangan atau peralihan status, pelayanan kepada masyarakat terdampak harus tetap berjalan secara optimal.


Sementara itu, Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, baik pemerintah, relawan, maupun masyarakat yang telah bahu-membahu dalam penanganan bencana. 


Ia menegaskan bahwa meskipun bencana ini tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, penanganannya mendapat dukungan besar dari Pemerintah Provinsi, kementerian terkait, hingga kehadiran Presiden dan Wakil Presiden.


“Hal ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Agam tidak sendiri dalam menghadapi bencana ini. Alhamdulillah, penanganan bencana berjalan dengan lancar. 


Dengan berakhirnya status tanggap darurat dan beralih ke masa transisi pemulihan, pekerjaan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat di lapangan tidak akan terhambat. Kita tetap fokus pada penanganan pascabencana dan menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran ke depan,” ujar Bupati.


Berdasarkan berbagai pertimbangan, saran, dan masukan dari seluruh pihak yang hadir, rapat evaluasi menyepakati bahwa status tanggap darurat bencana di Kabupaten Agam resmi berakhir dan beralih ke masa transisi menuju pemulihan selama enam bulan ke depan. 


Apabila dalam kurun waktu tersebut proses pemulihan belum berjalan optimal, maka masa transisi akan kembali diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

( Syafrianto )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar