TANJUNG RAYA, sumbarmaju.com -Innaalillaahi wa innaa ilaihi raji'uun. Telah berpulang kerahmatullah urang tuo, sesepuh kito, Maestro Minangkabau, Tokoh Adat Alam Minangkabau, Angku Yus Datuak Parpatiah Guguak Angku Yusbir, di Rumah Tuo Suku Sikumbang, Jorong Nagari, Kanagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 16.30 WIB. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah dan ditempatkan yang terbaik. Diampuni segala dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya. Aamiin Yaa Rabbal Aalamin...
Almarhum dikebumikan Minggu pagi (29/3/2026) di Dekat Masjid Syekh Muhammad Amrullah, Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Budayawan dan Maestro Petitih Adat Minangkabau, Angku Yus Dt. Parpatiah, meninggal dalam usia 87 tahun. Kiprah alm selama hayat, Beliau dikenal sebagai guru besar petatah-petitih dan tokoh penting sastra Minangkabau.
Kabar duka ini menyelimuti ranah Minang, dengan banyak pihak merasa kehilangan sosok yang dianggap sulit dicari gantinya dalam bidang adat dan budaya Minangkabau.
Usianya memang sudah tidak muda lagi. Namun, lantang suaranya dalam membawakan bidaran-bidaran Minang masih tidak berubah. Hingga usianya yang ke 82 tahun, Budayawan Minang ini terus menciptakan karya-karya bertajuk salingka adat Minangkabau.
Yusbir atau yang lebih familiar dengan nama Angku Yus Dt. Parpatiah lahir di Sungai Batang pada 7 April 1939. Gelar Dt. Parpatiah yang disematkan di belakang namanya itu sudah disandangnya sejak 1967 silam, sebagai penghulu payung suku Chaniago.
Kini, Angku Yus tidak lagi bergelar Dt. Parpatih. Beliau menyandang gelar Bandaro Bodi, sebab jabatan penghulunya sebagai pimpinan pucuk suku Chaniago di Sungai Batang, sudah dilewakan kepada kemenakannya.
Kini, guru adatnya orang Minang itu banyak menghabiskan masa senjanya di kampung halaman, tepatnya di Jorong Nagari, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Pada 1980, Angku Yus Dt. Parpatiah mulai merintis dunia rekaman. Pada tahun itu, Balerong Grup yang ia pimpin melahirkan karya perdana, yang bertajuk drama berjudul Di Simpang Duo.
Setahun setelah itu, grup yang bermula dari karyawan-karyawan usaha konveksinya itu menelurkan karya drama kedua yang berjudul Meniti Buih. Karya keduanya ini laris manis di masa itu.
Tidak puas dengan karya drama, Angku Yus Dt. Parpatiah juga mencoba genre baru, yakni komedi. Komedi Rapek Mancik yang mengangkat budaya demokrasi di Ranah Minang sekaligus menyindir perilaku sebagian orang yang tak komit dengan kesepakatan, juga laris di pasaran.
Kini beliau telah tiada meninggalkan kita, melalui ahli waris menyampaikan salam maaf engku, dimana selama hayat bila ada salah kata dan perbuatan mohon dimaafkan. (Yun.S)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar