Sumbarmaju. Com, Koto Gadang Koto Anau, Kab. Solok — Upaya melindungi hasil panen petani terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Solok. Salah satunya melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tikus yang digelar di Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Rabu (06/05/2026).
Berlokasi di areal persawahan Hampatan Sawah Durian, Jorong Pasar, kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian dari ancaman hama tikus yang kerap meresahkan petani.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Solok Deni Prihatni, ST, MT, Kepala Dinas Pertanian Deslirizaldi, SP, Camat Lembang Jaya Agung Satria, MTD, SIP, M.Si, serta Wali Nagari Koto Gadang Koto Anau Edi Setiawan, A.Md, bersama kelompok tani dan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, SP, menegaskan bahwa pengendalian hama tikus harus dilakukan secara serentak agar efektif menekan populasinya.
“Serangan hama tikus bisa berdampak besar terhadap hasil panen. Karena itu, pengendalian tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus bersama-sama dan berkelanjutan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Staf Ahli Bupati Solok Deni Prihatni, ST, MT, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan daerah. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif para petani yang terlibat langsung dalam gerakan tersebut.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Jika dilakukan secara serentak, dampaknya akan sangat signifikan terhadap peningkatan produksi pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Gadang Koto Anau, Edi Setiawan, A.Md, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi pertanian di wilayahnya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Semoga ke depan hasil panen petani semakin meningkat dan serangan hama bisa diminimalisir,” katanya.
Melalui gerakan ini, diharapkan para petani semakin sadar pentingnya pengendalian hama secara terpadu. Tidak hanya untuk melindungi tanaman, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Solok. (A.R)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar