Kabupaten Solok, SumbarMaju.com — Isu pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok terus menjadi perhatian publik. Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai figur potensial untuk mengisi jabatan strategis tersebut, baik dari kalangan internal pemerintahan maupun eksternal, Jumat (1/5/2026).
Posisi Sekda dinilai sangat penting karena menjadi motor penggerak birokrasi, penghubung antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekaligus penopang utama jalannya roda pemerintahan daerah. Karena itu, proses penentuan figur pengganti dipastikan akan menjadi perhatian banyak pihak.
Dari sejumlah nama yang beredar, sosok Muhammad Djoni, yang akrab disapa Pak Jo, disebut menjadi salah satu figur yang cukup diperhitungkan.
Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok dan dikenal memiliki pengalaman birokrasi yang panjang.
Sebelumnya, Pak Jo juga pernah dipercaya memimpin Badan Keuangan Daerah Kabupaten Solok.
Rekam jejak tersebut dinilai menjadi modal penting karena jabatan Sekda membutuhkan kemampuan manajerial, pemahaman tata kelola pemerintahan, serta kapasitas koordinasi lintas sektor.
Seorang tokoh masyarakat Kabupaten Solok yang enggan disebutkan namanya menilai, Pak Jo merupakan figur yang memiliki kapasitas cukup baik untuk dipertimbangkan dalam bursa Sekda.
“Beliau punya pengalaman yang cukup bagus, kompetensi juga cukup tinggi, dan berasal dari kalangan internal Kabupaten Solok.
Ini tentu menjadi salah satu poin penting yang perlu dipertimbangkan secara matang oleh tim penilai,” ujarnya.
Menurutnya, figur dari internal daerah memiliki kelebihan karena telah memahami karakter birokrasi, kondisi wilayah, hingga dinamika sosial masyarakat Kabupaten Solok. Hal itu dianggap penting agar proses adaptasi dan percepatan kerja bisa berjalan lebih efektif.
Tokoh masyarakat tersebut juga menambahkan, kedekatan dan kontribusi Pak Jo terhadap Bupati Kabupaten Solok, Dr. H. C. Jon Firman Pandu, SH, bukan lagi hal yang asing di mata publik.
“Beliau termasuk orang yang selalu mendampingi Bapak Bupati, baik sebelum Pilkada maupun saat pertarungan Pilkada 2024 kemarin. Publik paham dan juga sudah tahu bagaimana kontribusi Pak Jo terhadap Bupati Jon Firman Pandu,” ucapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penentuan Sekda harus tetap mengedepankan mekanisme resmi, objektif, dan profesional. Semua kandidat yang muncul harus melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selain Pak Jo, beberapa nama lain juga disebut-sebut masuk dalam radar kandidat.
Namun hingga kini, Pemerintah Kabupaten Solok belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal maupun mekanisme pengisian jabatan Sekda tersebut.
Masyarakat berharap, siapapun yang nantinya dipercaya menduduki kursi Sekda, benar-benar sosok terbaik yang mampu membawa birokrasi Kabupaten Solok semakin maju, profesional, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. (Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar