Padang, SumbarMaju.com — Di balik wajah-wajah haru para jemaah yang bersiap menuju Tanah Suci, hadir sekelompok petugas yang mengemban amanah besar. Mereka adalah tim Kloter PDG-10 yang akan mendampingi 393 jemaah haji sejak dari Asrama Haji Embarkasi Padang hingga menapakkan kaki di Makkah dan Madinah.
Dengan semangat pengabdian, para petugas berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik, terutama bagi para jemaah lanjut usia, Selasa, 5/5/2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, H. M. Rifki, menyampaikan bahwa para petugas kloter merupakan garda terdepan dalam pelayanan jemaah.
Menurutnya, tugas yang diemban bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan nyaman.
“Layani jemaah dengan hati, utamakan kesabaran, terutama kepada jemaah lansia. Mereka adalah tamu Allah yang harus kita muliakan bersama,” ujar H. M. Rifki.
Bagi para lansia, perjalanan haji bukan sekadar perjalanan jauh, tetapi juga perjuangan fisik dan batin yang membutuhkan perhatian khusus. Karena itu, Kloter PDG-10 mengusung konsep pelayanan “Ramah Lansia”, memastikan setiap langkah para orang tua kita terasa aman, nyaman, dan penuh perhatian.
Ketua Kloter Busra Nazir dipercaya memimpin rombongan besar ini. Di pundaknya terletak tanggung jawab menjaga kekompakan, kelancaran perjalanan, serta menjadi tempat bersandar ketika jemaah membutuhkan arahan dan solusi.
Untuk urusan ibadah, jemaah akan dibimbing oleh Asrul selaku Pembimbing Ibadah.
Dengan sabar dan penuh ketulusan, ia akan menuntun para jemaah memahami setiap rukun dan wajib haji, agar ibadah yang dijalani menjadi sempurna dan bermakna.
Sementara di bidang kesehatan, dr. Titania Yuliska bersama Syafliadi siap siaga menjaga kondisi jemaah. Mereka akan menjadi penolong pertama ketika ada jemaah yang kelelahan, sakit, atau membutuhkan perhatian medis selama perjalanan suci berlangsung.
Tak kalah penting, Petugas Daerah Sifrowati dan Misra Yetti akan menjadi penyambung kebutuhan jemaah, membantu urusan administrasi, pendampingan, hingga memastikan seluruh jemaah merasa diperhatikan seperti keluarga sendiri.
Di antara ratusan jemaah itu, ada para ayah dan ibu yang telah menunggu puluhan tahun untuk berangkat haji. Ada yang menabung sedikit demi sedikit, ada yang menanti antrean dengan sabar, bahkan ada yang berangkat dengan usia senja. Karena itu, kehadiran para petugas bukan hanya soal tugas, tetapi juga bentuk bakti kepada tamu-tamu Allah.
Semoga seluruh jemaah Kloter PDG-10 diberi kesehatan, kelancaran, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Sementara para petugas diberi kekuatan dalam menjalankan amanah mulia ini.
Labbaikallahumma Labbaik… suara panggilan suci itu kini semakin dekat.( Yef)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar