Sumbarmaju. Com, Arosuka, Kab. Solok – Komitmen Pemerintah Kabupaten Solok dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis kompetensi terus diperkuat. Sebanyak 400 Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti Profiling ASN 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 Agustus 2026, di UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Padang.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata penerapan Sistem Manajemen Talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. Melalui Profiling ASN, setiap peserta menjalani pemetaan potensi, kompetensi, dan kinerja secara digital, objektif, serta terukur sebagai dasar pengembangan karier dan penempatan jabatan sesuai prinsip sistem merit.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Solok, Jufrisal, SH., MM., mengatakan bahwa Profiling ASN 2026 menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya aparatur yang unggul untuk menjawab tantangan birokrasi modern.
"Profiling ASN bukan sekadar asesmen, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun Manajemen Talenta di Kabupaten Solok. Melalui pemetaan potensi dan kompetensi yang akurat, pemerintah dapat menempatkan ASN sesuai kapasitasnya sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang lebih profesional dan berkualitas," ujar Jufrisal.
Menurutnya, sebanyak 400 ASN yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai jenjang jabatan, mulai dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), Administrator, Pengawas, Jabatan Fungsional Tertentu, hingga Pelaksana. Seluruh peserta diharapkan mengikuti setiap tahapan asesmen secara maksimal agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan dan potensi masing-masing.
Program Profiling ASN (Pro ASN) 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjadi bagian dari upaya nasional dalam membangun basis data talenta ASN Indonesia. Hasil profiling nantinya akan menjadi fondasi dalam penyusunan Manajemen Talenta yang transparan, objektif, dan akuntabel.
Jufrisal menegaskan, Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen mendukung penuh transformasi birokrasi melalui penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur.
"Harapan kami, melalui Profiling ASN 2026 akan lahir talenta-talenta terbaik yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah, mempercepat reformasi birokrasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, inovatif, dan berorientasi kepada masyarakat," tutupnya. (A.R)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar