Solok. SumbarMaju. Com - Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Salah satu bentuk nyata ajaran Islam adalah memelihara, merawat, dan mengasuh anak-anak yang kehilangan kasih sayang orang tua atau ditelantarkan.
Mereka adalah amanah Allah SWT yang membutuhkan uluran tangan, perlindungan, kasih sayang, dan pendidikan agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Rasulullah SAW memberikan kedudukan yang sangat istimewa kepada orang yang memelihara anak yatim dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan.
Beliau bersabda:
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا.
(HR. Bukhari).
Artinya: "Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini," lalu Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya dengan sedikit merenggangkannya.
Hadis ini menunjukkan betapa besar kemuliaan orang yang dengan ikhlas mencurahkan kasih sayang, perhatian, dan pengorbanannya demi masa depan anak-anak yang kehilangan pelindung.
Dalam kajian fikih Islam, anak yang ditelantarkan atau anak temuan dikenal dengan istilah al-laqith. Menyelamatkan dan memeliharanya merupakan salah satu bentuk menjaga jiwa (hifzh an-nafs), yang menjadi tujuan utama syariat Islam. Allah SWT berfirman:
وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
"Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya."
(QS. Al-Ma'idah: 32).
Merawat anak terlantar bukan hanya memenuhi kebutuhan makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal. Lebih dari itu, mereka membutuhkan kasih sayang, pendidikan agama, pembinaan akhlak, dan lingkungan yang baik agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Sentuhan kasih sayang yang diberikan dengan ikhlas akan menjadi amal saleh yang bernilai besar di sisi Allah SWT.
Di tengah kehidupan yang penuh tantangan saat ini, masih banyak anak yang kehilangan perhatian dan perlindungan akibat berbagai persoalan sosial maupun ekonomi.
Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya memiliki kepedulian untuk membantu mereka, baik dengan mengasuh secara langsung, memberikan santunan, membantu biaya pendidikan, maupun mendukung lembaga-lembaga sosial yang membina anak-anak terlantar.
Islam juga mengajarkan bahwa mengasuh anak bukan berarti mengubah nasabnya. Apabila asal-usul anak diketahui, maka identitas dan garis keturunannya tetap harus dijaga sesuai ketentuan syariat.
Dengan demikian, kasih sayang dan perlindungan tetap dapat diberikan tanpa mengabaikan aturan agama.
Semoga Allah SWT melembutkan hati kita untuk senantiasa peduli terhadap anak-anak yang membutuhkan kasih sayang dan perlindungan.
Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang gemar berbagi, menolong sesama, serta menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari ibadah yang mengantarkan kita kepada ridha Allah SWT dan kedekatan dengan Rasulullah SAW di surga. Wallāhu A'lam Bish-Ṣawāb.( Yef)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar