Dandim 0304/Agam Dorong Generasi Muda Bukittinggi Jadi Pemimpin Berintegritas

Dandim 0304/Agam Dorong Generasi Muda Bukittinggi Jadi Pemimpin Berintegritas

Redaksi

Sumbarmaju.com_Generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus mempunyai karakter, keberanian, ketahanan mental dan kepedulian terhadap bangsa. Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama Dandim 0304/Agam Viko Hendrika Sandro, S.I.P., M.Si., saat memberikan pembekalan kepada peserta Next Leader Bukittinggi Angkatan I Tahun 2026. Senin, 14/09/2026.

Pembekalan berlangsung di Ruang Laboratorium Program Studi Keuangan Publik IPDN Kampus Sumatera Barat, Jalan Raya Bukittinggi–Payakumbuh Km 14, Nagari Tabek Panjang dan Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam.

Sebanyak 30 mahasiswa dan pelajar terpilih dari Kota Bukittinggi mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan peserta yang lolos melalui proses seleksi berbasis video profil dan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi calon pemimpin muda.

Di hadapan para peserta, Viko menekankan bahwa kepemimpinan harus dimulai dari kemampuan seseorang dalam memimpin dirinya sendiri. Karakter dan integritas menjadi fondasi utama sebelum seseorang dipercaya untuk memimpin orang lain.

“Pemimpin harus memiliki kejujuran, amanah dan karakter yang kuat. Kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang tanggung jawab dan keteladanan,” menjadi pesan yang ditekankan dalam materi tersebut.


Selain integritas, peserta juga diajak membangun growth mindset dan budaya belajar sepanjang hayat. Perubahan zaman, perkembangan teknologi dan tantangan global menuntut generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan serta tidak berhenti belajar.


Kemampuan untuk bertahan dan bangkit dari berbagai persoalan atau resilience juga menjadi bagian penting dalam pembentukan pemimpin muda. Menurut materi yang disampaikan, seorang pemimpin harus mampu tetap tenang, tangguh dan mengambil keputusan ketika menghadapi situasi sulit maupun penuh ketidakpastian.


Tidak kalah penting, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai cinta tanah air dan bela negara. Bela negara tidak semata-mata berkaitan dengan peperangan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui upaya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menciptakan kerukunan dan berkontribusi positif bagi masyarakat.


Generasi muda juga diminta mampu menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi digital. Penyebaran hoaks dan informasi yang sengaja digunakan untuk mengadu domba dinilai menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dengan kecerdasan dan literasi digital.


“Jangan sampai generasi muda tertinggal teknologi. Tetapi teknologi juga harus digunakan dengan bijak dan jangan sampai dimanfaatkan untuk memecah belah bangsa,” menjadi salah satu penekanan dalam pembekalan tersebut.


Dalam konteks daerah, generasi muda juga didorong untuk melihat kekayaan budaya sebagai kekuatan. Karakter dan tradisi Minangkabau dapat dikembangkan menjadi potensi pariwisata, ekonomi kreatif maupun sarana memperkenalkan identitas daerah ke tingkat nasional dan internasional.


Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah seni dan tradisi silat Minang, yang tidak hanya memiliki nilai budaya dan olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari identitas masyarakat Minangkabau.


Dalam pembekalan tersebut, terdapat enam karakter yang ditekankan sebagai modal seorang pemimpin muda, yakni integritas, disiplin, keberanian, komunikasi, empati dan welas asih, serta rendah hati.


Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta aktif berdiskusi mengenai persoalan kepemimpinan, tantangan generasi muda, teknologi, persatuan dan bela negara.


Program Next Leader Bukittinggi Angkatan I Tahun 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar kegiatan pembekalan. Program ini menjadi ruang untuk membentuk generasi muda yang mampu berpikir kritis, berkarakter, memiliki wawasan luas dan siap mengambil peran dalam pembangunan.


Kehadiran IPDN Kampus Sumatera Barat dalam kegiatan tersebut turut memberikan penguatan terhadap nilai kedisiplinan, kepemimpinan dan jiwa pamong praja.


Dengan terpilihnya 30 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa, program ini diharapkan mampu melahirkan jejaring pemimpin muda Bukittinggi yang saling menguatkan dan memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah, masyarakat dan bangsa.(Syafrianto.S.Sos) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar