Sumbarmaju.com_Ada keluarga Dwisuprianti di wilayah Maninjau (Kabupaten Agam, Sumatera Barat) yang tidak memiliki akses air bersih dan fasilitas WC (jamban sehat).
Ini adalah kondisi darurat sanitasi yang harus segera ditangani agar tidak menimbulkan masalah kesehatan seperti diare atau tengkes (stunting).
Langkah konkret dan instansi yang bisa dihubungi untuk melaporkan serta mendapatkan bantuan , Pemerintah Nagari / Desa (Langkah Utama)
Pemerintah Nagari di Maninjau memiliki alokasi Dana Desa yang dapat digunakan untuk program sanitasi warga miskin, seperti Program Pembangunan Jamban Sehat atau penyediaan sarana air bersih.
Agar warga datangi kantor Wali Nagari setempat dan laporkan kondisi keluarga tersebut dengan membawa KTP, KK, dan foto kondisi rumah mereka agar bisa dimasukkan ke dalam basis data penerima bantuan sosial.
Dan juga laporkan ke Puskesmas Maninjau atau kader kesehatan jorong setempat, Dinas Kesehatan sering kali memiliki program bantuan stimulan berupa material (seperti kloset atau semen) untuk pembuatan WC gratis bagi keluarga kurang mampu.
Sampaikan ke Dinas Sosial Kabupaten Agam, Jika keluarga tersebut berada dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit (miskin ekstrem), mereka berhak diusulkan masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menerima program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) yang biasanya mencakup perbaikan sanitasi.
Laporkan Secara Online, kasus ini langsung ke Pemerintah Kabupaten Agam agar segera mendapat disposisi ke dinas terkait.
Hubungi Lembaga Sosial dan Filantropi beberapa organisasi kemanusiaan aktif bergerak dalam penyediaan air bersih dan sanitasi di wilayah Maninjau.
BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Agam, sering memiliki program bantuan bedah rumah atau pembuatan sanitasi untuk kaum dhuafa.(Syafrianto.S.Sos)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar