60 Persen Wilayah Kabupaten Solok Hutan, Bupati Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

60 Persen Wilayah Kabupaten Solok Hutan, Bupati Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Redaksi


Sumbarmaju. Com, Arosuka, Kab. Solok — Sekitar 60 persen wilayah Kabupaten Solok merupakan kawasan hutan. Potensi tersebut didorong Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, agar dapat dikelola secara bijak dan berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati saat membuka sekaligus menjadi keynote speaker pada Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial di Daima Moosa, Rabu (7/10/2026). Kegiatan diikuti Direktur KKI Warsi Rainal Daus, SH, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, sejumlah kepala OPD Kabupaten Solok serta peserta FGD.


Bupati mengatakan, besarnya kawasan hutan merupakan potensi ekonomi yang harus dimanfaatkan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. “Memanfaatkan hutan ini dengan sebaik-baiknya sehingga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat kita di Kabupaten Solok,” ujar Jon Firman Pandu.


Menurutnya, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan perlu diberi ruang untuk mengembangkan potensi hutan secara berkelanjutan. “Dengan 60 persen daerah hutan kita di Kabupaten Solok, ini merupakan salah satu potensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitaran hutan,” katanya.


Bupati juga mengapresiasi KKI Warsi yang selama ini turut mendorong pengembangan perhutanan sosial di Kabupaten Solok.

“Terima kasih kepada KKI Warsi karena telah melihat dan membuka potensi hutan untuk peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Solok,” ungkapnya.


Di tengah Kabupaten Solok yang masih dalam masa tanggap darurat bencana, Bupati mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan agar daerah segera pulih. Ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya mempercepat pemulihan kawasan Arosuka yang terdampak bencana.


“Kita tidak akan meninggalkan Arosuka, tapi kita berusaha agar bagaimana Arosuka ini bisa cepat pulih,” tegasnya. FGD kemudian dilanjutkan dengan diskusi untuk memperkuat sinergi dan mempercepat pengembangan perhutanan sosial sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok. (A.R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar