SUMBARMAJU.COM |BUKITTINGGI SUMATERA BARAT — Kehadiran Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga dancesport di Sumatera Barat.
Untuk pertama kalinya, cabang olahraga ini dipertandingkan dalam ajang Porprov Sumatera Barat, membuka peluang baru bagi kabupaten dan kota untuk mengembangkan potensi atlet dancesport, dan pembukaan Porprov perdana di Pasar Atas Kota Bukittinggi,Jumat (9/10/2026).
Pertandingan cabang olahraga IODI tersebut dibuka langsung oleh Ketua IODI Sumatera Barat, Agus Syahdeman, S.E., yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat. Pembukaan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan dancesport secara lebih luas sekaligus mendorong tumbuhnya perhatian terhadap pembinaan cabang olahraga tersebut di berbagai daerah.
Sebagai cabang olahraga baru dalam Porprov Sumatera Barat, IODI menghadapi tantangan sekaligus peluang besar.
Tantangannya adalah memperluas pengenalan dancesport, membangun kepengurusan yang aktif, menyiapkan pelatih, serta menjaring atlet potensial. Sementara itu, peluangnya terbuka melalui keterlibatan generasi muda dan dukungan pemerintah daerah maupun organisasi olahraga.
Pengembangan dancesport tidak cukup hanya dengan menyelenggarakan pertandingan pada tingkat provinsi.
Diperlukan langkah berkelanjutan agar olahraga ini dapat tumbuh di kabupaten dan kota, memiliki basis atlet yang kuat, serta mampu menyelenggarakan pembinaan secara terarah dan berkesinambungan.
Karena itu, kepengurusan IODI Sumatera Barat perlu mendorong terbentuknya atau penguatan kepengurusan IODI di setiap kabupaten dan kota. Keberadaan organisasi di tingkat daerah akan memudahkan proses sosialisasi, perekrutan atlet, penyelenggaraan latihan, serta pembentukan program pembinaan sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Langkah berikutnya adalah memperkenalkan dancesport melalui sekolah, komunitas olahraga, sanggar tari, dan berbagai kegiatan kepemudaan.
Pendekatan ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan perpaduan gerak, irama, teknik, koordinasi, dan disiplin yang menjadi bagian penting dari olahraga dancesport.
Pembinaan atlet juga perlu didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pelatihan bagi calon pelatih, penataran wasit dan juri, serta pertukaran pengalaman antardaerah menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman teknis yang sesuai dengan ketentuan olahraga dancesport.
Di samping itu, IODI Sumatera Barat dapat mendorong penyelenggaraan kejuaraan antarkabupaten dan kota secara berkala.
Kompetisi berjenjang akan memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengukur kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, serta mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Dukungan pemerintah daerah, KONI kabupaten dan kota, dunia pendidikan, serta pihak swasta juga menjadi faktor penting. Sinergi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana latihan, pembiayaan pembinaan, pengembangan kompetisi, dan keberlanjutan program atlet.
Porprov seharusnya menjadi titik awal, bukan tujuan akhir, bagi perkembangan IODI di Sumatera Barat. Setelah pelaksanaan perdana ini, tantangan sesungguhnya adalah memastikan dancesport tetap berkembang dan tidak hanya aktif ketika menjelang kompetisi. Konsistensi program dan keseriusan pembinaan akan menentukan masa depan cabang olahraga ini di Ranah Minang.
Dengan strategi pembinaan yang terukur, perluasan organisasi ke kabupaten dan kota, serta keterlibatan generasi muda, IODI Sumatera Barat memiliki peluang membangun ekosistem dancesport yang lebih kuat.
Harapannya, dalam penyelenggaraan Porprov berikutnya, semakin banyak daerah yang berpartisipasi dengan atlet hasil pembinaan sendiri.( Yef)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar