Sumbarmaju. Com, Arosuka, Kab. Solok – Aktivitas pemerintahan kembali berjalan di kawasan yang sebelumnya terdampak banjir bandang atau galodo. Senin (5/10/2026), jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Solok kembali melaksanakan apel pagi sekaligus memperkuat langkah pemulihan sektor pertanian masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, M.P., meminta seluruh bidang segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, perangkat jorong dan wali nagari untuk melakukan pendataan lahan pertanian yang terdampak bencana.
“Pendataan dan penanganan lahan terdampak menjadi pekerjaan utama kita. Koordinasi dengan penyuluh, jorong dan wali nagari harus diperkuat agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” ujar Deslirizaldi.
Data sementara menunjukkan sekitar 35 hektare lahan pertanian masyarakat terdampak galodo. Luasan tersebut terdiri dari 18,5 hektare sawah, 11 hektare hortikultura dan sekitar 5 hektare tanaman perkebunan.
Menurutnya, data yang akurat sangat diperlukan untuk menentukan kebutuhan dan langkah penanganan di lapangan. Karena itu, jajaran Dinas Pertanian diminta bergerak cepat memastikan kondisi lahan dan kebutuhan petani segera teridentifikasi.
Deslirizaldi menegaskan, pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama setelah bencana. Pemerintah daerah akan terus mendorong koordinasi lintas pihak agar lahan produktif masyarakat dapat segera ditangani dan aktivitas pertanian kembali berjalan. (A.R)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar