Arosuka, SumbarMaju.Com – Kerja nyata Tim Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Solok menuai pujian luas dari masyarakat. Setelah ditetapkannya status siaga darurat oleh Pemerintah Kabupaten Solok, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP Damkar, dan relawan nagari langsung bergerak cepat dalam melakukan patroli, pemadaman, dan edukasi kepada masyarakat.
Masyarakat di beberapa wilayah rawan karhutla, seperti Saniangbaka X Koto Singkarak, paninggahan Junjung Sirih,Bukit Sundi,Lembah Gumanti, Hiliran Gumanti, dan Pantai Cermin mengaku sangat terbantu dengan kehadiran dan kesigapan tim di lapangan.
> "Kami merasa sangat dilindungi. Tim siaga ini benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bahkan sebelum api besar muncul, mereka sudah patroli dan memberikan sosialisasi," ujar Joni (43), warga Nagari Samiang baka.
Hal senada disampaikan oleh Wali Nagari Saniang Baka,Dasrizal Chandra Bahar, Ia menyebutkan bahwa koordinasi antarinstansi sangat terasa efektif tahun ini. Bahkan, dalam beberapa kejadian titik api kecil, tim bisa sampai dalam waktu kurang dari 30 menit.
> "Tahun lalu, kami kewalahan karena api cepat membesar. Tapi sekarang, respon tim luar biasa cepat. Kami salut dan berterima kasih," katanya.
Kinerja Lintas Instansi yang Terorganisir Menurut Wakil Bupati Solok, H. Candra, upaya pencegahan dan penanganan karhutla tidak bisa hanya dilakukan satu pihak. Oleh karena itu, sinergi antar lembaga diperkuat lewat posko bersama dan pembentukan tim lintas sektor.
> “Kami tak ingin hanya reaktif saat bencana terjadi. Maka tim siaga dibentuk sejak awal Juli dan rutin melakukan patroli serta pendekatan ke masyarakat,,"ujar Marizal saat dii hubungi lewat WA.
BPBD Kabupaten Solok juga melaporkan bahwa hingga pertengahan Juli 2025, lebih dari 26 titik api berhasil dikendalikan sebelum menyebar luas. Hal ini menandai penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Edukasi dan Kesadaran Lingkungan Ditingkatkan, Selain pemadaman, pendekatan yang dilakukan tim juga bersifat edukatif. Tim memberikan penyuluhan kepada petani dan masyarakat sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta membagikan alat pemadam api sederhana di daerah rawan.
> "Penting bagi kami untuk membuat masyarakat menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar objek bantuan," terang Sekretaris BPBD, Marizal S.Sos.MM
Para relawan nagari juga dilatih secara khusus oleh tim gabungan, agar bisa menjadi garda terdepan saat bencana karhutla terjadi di wilayah mereka.
Harapan Masyarakat dan Pemerintah, Dengan kerja tim yang semakin kompak dan responsif, masyarakat berharap agar pola ini bisa terus dijaga bahkan ditingkatkan. Pemerintah Kabupaten Solok pun tengah mengusulkan tambahan anggaran untuk penguatan tim dan peralatan di APBD perubahan.
> “Kami tidak ingin hanya dapat pujian, tapi tidak berkelanjutan. Ini harus jadi budaya kerja baru dalam penanggulangan bencana,” tutup Wabup Candra.
Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Kabupaten Solok optimis mampu menekan potensi karhutla hingga titik terendah di tahun ini.( Yef )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar