Singkarak.SumbarMaju.Com - KUA Singkarak, Baituddin S.Ag, memberikan arahan penting kepada siswa dan guru dalam kegiatan PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) yang digelar di Mesjid SMAN 1 Singkarak. Kegiatan ini bertujuan membekali anak-anak dan remaja dalam usia sekolah dengan pemahaman pola asuh yang tepat di era digital, sekaligus menanamkan nilai-nilai hormat dan tanggung jawab kepada orang tua dan guru. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 21 November 2025.
Dalam arahannya, Baituddin S.Ag menekankan pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai fondasi karakter yang harus ditanamkan sejak dini. Ia juga memberikan arahan praktis tentang penggunaan handphone atau gadget oleh siswa. Menurutnya, penggunaan HP yang berlebihan dapat mengganggu waktu belajar, ibadah, dan interaksi sosial. “Siswa harus memprioritaskan kegiatan positif, membatasi waktu bermain HP, dan memanfaatkan teknologi untuk belajar serta mengembangkan kreativitas,” ujarnya di hadapan ratusan siswa dan orang tua yang hadir.
Baituddin S.Ag menambahkan, orang tua memegang peran kunci dalam mendampingi anak di era digital. Ia mendorong agar keluarga aktif berkomunikasi dengan anak, mengawasi konten yang dikonsumsi, serta mengajarkan etika digital. “Dengan bimbingan orang tua dan guru, teknologi dapat menjadi sarana yang bermanfaat, bukan gangguan bagi tumbuh kembang anak,” imbuhnya.
Kepala SMAN 1 Singkarak, Patrismon S.Pd.M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan PAAREDI di mesjid sekolah ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter siswa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga untuk membentuk generasi yang cerdas, disiplin, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana membangun komunikasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan siswa. Selain itu, siswa dapat belajar memanfaatkan teknologi dengan bijak, sambil menanamkan nilai hormat dan tanggung jawab,” ujarnya.
Suasana kegiatan di mesjid sekolah berlangsung hangat dan interaktif. Siswa aktif mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman, sedangkan orang tua terlibat dalam sesi tanya jawab, memberikan perspektif dan belajar langsung tentang cara mendampingi anak di era digital. Para guru berperan sebagai fasilitator, membantu siswa memahami batasan penggunaan HP dan media sosial serta mendorong kreativitas melalui teknologi.
Program PAAREDI ini menjadi media edukasi yang komprehensif, menggabungkan pembelajaran karakter, edukasi digital, dan penguatan nilai agama. Dengan arahan dari KUA Singkarak dan dukungan sekolah, diharapkan seluruh siswa SMAN 1 Singkarak mampu menghormati orang tua dan guru, menggunakan teknologi dengan bijak, serta menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari guru, yang menilai program PAAREDI mampu memberikan pemahaman praktis serta strategi nyata dalam membimbing anak di tengah era digital yang penuh tantangan.( Yef )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar