Tanah Datar, SumbarMaju.com - Kepala MAN 1 Tanah Datar Rika Maria S.Pd menyampaikan pembinaan serta sosialisasi kepada orang tua peserta didik dalam rangka mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Sumatif Akhir Semester (SAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 19 November 2025 ini dihadiri oleh para orang tua dengan antusias, karena menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara madrasah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak, baik secara akademik maupun emosional.
Dalam penjelasannya, Rika Maria S.Pd menegaskan bahwa kesuksesan pendidikan di madrasah tidak dapat dipisahkan dari peran aktif orang tua di rumah. Ia menyampaikan bahwa madrasah saat ini menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan pendidikan yang berorientasi pada kasih sayang, kedekatan emosional, dan pembinaan akhlak sebagai fondasi utama proses pembelajaran. Menurutnya, ketika anak dibimbing dalam suasana yang menenangkan dan penuh perhatian, mereka akan memiliki kesiapan mental yang lebih baik untuk menghadapi ujian, sehingga proses evaluasi tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan, melainkan bagian alami dari perjalanan belajar.
Ia juga menyoroti peran keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak. Orang tua, katanya, perlu menciptakan suasana rumah yang kondusif dan harmonis, jauh dari tekanan atau tuntutan berlebihan. Pendekatan penuh cinta, komunikasi lembut, serta perhatian kepada kondisi mental dan spiritual anak menjadi bagian penting dari kesiapan ujian. Rika Maria S.Pd mengingatkan bahwa menghadapi SAS bukan hanya persoalan menghafal materi pelajaran, tetapi juga bagaimana menjaga ketenangan, kesehatan, dan kepercayaan diri anak.
Lebih jauh, beliau menjelaskan bahwa dukungan sederhana seperti memberikan waktu istirahat yang cukup, menenangkan anak ketika merasa cemas, mengajak berdiskusi ringan mengenai pelajaran, serta memastikan kebutuhan fisik dan emosional mereka terpenuhi, mampu memberikan dampak yang sangat besar. Orang tua juga diharapkan lebih aktif membangun komunikasi dengan guru agar informasi mengenai perkembangan anak dapat diterima dengan jelas dan dapat ditindaklanjuti dengan baik di rumah.
Rika Maria S.Pd juga menekankan bahwa perbandingan antara anak satu dengan lainnya hanya akan menciptakan tekanan emosional. Setiap anak memiliki kemampuan dan ritme belajar yang berbeda, sehingga apresiasi terhadap usaha mereka jauh lebih penting daripada sekadar nilai. Ia mengajak orang tua untuk memberikan motivasi positif dan dorongan yang menumbuhkan semangat belajar, bukan tekanan yang membuat anak merasa takut menghadapi ujian.
Para orang tua yang hadir mengapresiasi penyampaian Kepala MAN 1 Tanah Datar tersebut. Mereka merasa bahwa pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya membangun kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk pribadi anak yang lebih kuat, tenang, dan siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk ujian. Banyak orang tua yang menyampaikan bahwa mereka merasa lebih memahami cara mendampingi anak melalui pendekatan yang penuh empati, terutama di masa menjelang evaluasi akhir semester.
Dengan adanya pembinaan ini, MAN 1 Tanah Datar berharap tercipta sinergi yang semakin kuat antara madrasah dan keluarga. Pendekatan pendidikan yang humanis dan penuh kasih diharapkan mampu mengantarkan peserta didik menjalani Ujian Sumatif Akhir Semester Ganjil TP 2025/2026 dengan rasa percaya diri dan menghasilkan capaian terbaik, baik dalam segi akademik maupun karakter.( Doni / Yef )



Tidak ada komentar:
Posting Komentar