Masyarakat Jorong Jalikur Koto Tangah Tilkam Rasakan Dampak Penggunaan Alat Pemilah Sampah Otomatis

Masyarakat Jorong Jalikur Koto Tangah Tilkam Rasakan Dampak Penggunaan Alat Pemilah Sampah Otomatis

Redaksi

TILATANG KAMANG, sumbarmaju.com - UMKM Safwa Kerupuk Kamang, beserta masyarakat sekitar, Jorong Jalikur, Desa Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam merasakan dampak telah diberikannya pelatihan dan sosialisasi penggunaan alat pemilah sampah otomatis berbasis teknologi sensor oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKBM) ATI Padang.

Demikian diungkapkan Riswanti selaku Ketua UMKM Safwa Kerupuk Kamang, Jorong Jalikur, Desa Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, selesai pelatihan dan sosialisasi Teknologi Sensor Pemilahan Sampah bagi pelaku usaha kecil dalam mengatasi permasalahan sampah plastik di lingkungan produksi, baru-baru ini.


Kami merasa bersyukur dan berterimakasih atas pengetahuan yang diberikan Dosen Politeknik ATI Padang yang telah menciptakan alat pemilah sampah otomatis berbasis teknologi sensor.

Dari sisi sosial, masyarakat di sekitar lokasi kegiatan kini mulai menerapkan pemilahan sampah dari sumber rumah tangga. Sementara dari sisi ekonomi, muncul peluang usaha baru dari pengolahan plastik bekas menjadi produk kerajinan bernilai jual.


Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi tepat guna bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap alat ini bisa diterapkan di UMKM lain di Kabupaten Agam, tutur Riswanti dan kawan-kawan. 


Langkah Menuju yang diperoleh diantaranya Desa Ramah Lingkungan dan Tim PKM ATI Padang, berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan serta pengembangan sistem sensor agar lebih responsif dan terjangkau bagi masyarakat. 


Ketua Tim PKM Dr. Candrianto, ST, M.Pd, saat dihubungi secara terpisah menyebutkan ke depan teknologi ini diharapkan bisa dikembangkan dengan fitur digital berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau data pemilahan sampah secara real-time.


Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat berkontribusi langsung dalam 

menciptakan perubahan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.


Inovasi sederhana ini adalah langkah kecil menuju perubahan besar. Kami ingin menjadikan teknologi sebagai alat pemberdayaan, bukan sekadar penemuan, ungkap Doktor Candrianto selaku Ketua Tim PKM yang turut memberikan apresiasi kepada jorong Jalikur yang telah berperan aktif dalam sosialisasi. (Yun.S)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar