MTsN Dua Solok Kenalkan Filosofi Minangkabau Lewat Randang

MTsN Dua Solok Kenalkan Filosofi Minangkabau Lewat Randang

Redaksi

Solok,SumbarMaju.com - Randang bukan sekadar makanan, tetapi simbol budaya dan filosofi hidup Minangkabau. Siswa kelas 9 MTsN Dua Solok mendapat pengalaman belajar yang berbeda melalui kegiatan Pembuatan Randang Original, bagian dari proyek Budaya Alam Minangkabau yang didampingi oleh Ely Suarty, S.Pd. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025.

Dalam kegiatan ini, siswa belajar seluruh tahapan memasak randang: menumis bumbu rempah, mengaduk santan hingga berminyak, memastikan warna coklat kehitaman yang khas, hingga menyatukan cita rasa autentik Minangkabau. Proses ini mengajarkan ketekunan, kesabaran, dan kerja sama, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah.


Kepala Sekolah, Erdinal, S.Pd, menyampaikan bahwa pembelajaran cara membuat randang merupakan bagian dari melestarikan tradisi Minangkabau sekaligus menanamkan nilai budaya kepada generasi muda. “Kegiatan ini bukan hanya soal memasak, tetapi juga tentang memahami filosofi hidup Minangkabau, kerja sama, dan ketekunan,” ujarnya.

Sementara itu, pendamping kegiatan, Ely Suarty, S.Pd, menekankan pentingnya pengalaman ini sebagai media pembelajaran budaya yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. “Kami ingin siswa merasakan langsung proses pembuatan randang, sehingga mereka tidak hanya belajar teknik memasak, tetapi juga menghargai nilai-nilai budaya Minangkabau yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.


“Memasak randang itu seperti belajar hidup. Butuh kesabaran, ketelitian, dan kebersamaan. Kalau terburu-buru, hasilnya tidak maksimal. Filosofi ini selaras dengan nilai yang kami tanamkan pada generasi muda Sumatera Barat,” tambahnya.


Suasana kelas dipenuhi antusiasme siswa. Mereka bekerja sama, berbagi tugas, dan saling mengingatkan satu sama lain. Aroma harum randang memenuhi ruangan, menjadikan kegiatan ini seru, edukatif, dan bermakna.


Siswa mengaku kagum dan semakin menghargai proses memasak tradisional Minangkabau. Kegiatan ini juga mendorong kreativitas mereka. Siswa belajar menyesuaikan bumbu, memperhatikan tekstur santan, dan menjaga warna serta aroma yang tepat, sehingga terlibat langsung dalam kearifan budaya Minangkabau.


MTsN Dua Solok berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan memasak, tetapi juga menumbuhkan kecintaan generasi muda pada budaya lokal, sekaligus mengajarkan nilai kehidupan yang penting: kesabaran, ketekunan, dan kerja sama.


Dengan pengalaman ini, siswa bukan hanya belajar memasak randang, tetapi juga menghayati filosofi Minangkabau, membuktikan bahwa belajar budaya bisa bermakna, inspiratif, dan membanggakan bagi generasi muda Sumatera Barat.( Yef )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar