Pemkab Pasaman Barat salurkan bantuan pangan bantu masyarakat rentan,Jumat, 21 November 2025 19:50 WIB, Pemkab Pasaman Barat salurkan bantuan pangan bantu masyarakat rentan,Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Pasaman Barat, Endang Rirpinta saat menyerahkan bantuan pangan tahun 2025 ke warga di Kantor Camat Pasaman, Jumat (21/11/2025)

Pemkab Pasaman Barat salurkan bantuan pangan bantu masyarakat rentan,Jumat, 21 November 2025 19:50 WIB, Pemkab Pasaman Barat salurkan bantuan pangan bantu masyarakat rentan,Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Pasaman Barat, Endang Rirpinta saat menyerahkan bantuan pangan tahun 2025 ke warga di Kantor Camat Pasaman, Jumat (21/11/2025)

Redaksi

Pasaman Barat, Sumbar Sumbarmaju.com Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menyalurkan bantuan pangan tahun 2025 di Kantor Camat Pasaman dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan membantu masyarakat rentan di daerah itu, Jumat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Pasaman Barat, Endang Rirpinta di Simpang Empat, Jumat, mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan pangan, menekan angka kerawanan pangan, serta membantu meringankan beban masyarakat rentan secara ekonomi.


Menurut dia, bantuan pangan ini tidak hanya berupa penyaluran komoditas, tetapi juga merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.


"Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik, membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat," ujar Endang.


Dia menyebutkan bantuan pangan 2025 menyediakan komoditas pangan untuk masyarakat Pasaman Barat dengan total 29.062 Penerima Bantuan Pangan (PBP).


Setiap PBP menerima 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng setiap bulan.




Untuk penyaluran bulan Oktober dan November, pemerintah menyalurkan bantuan sekaligus berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per PBP.


Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan Perum Bulog Bukittinggi sebagai penyedia dan transporter.


Proses distribusi juga melibatkan petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) pada setiap kecamatan dan dilakukan di 82 titik salur atau langsung di masing-masing nagari agar lebih efektif.


Dia mengajak seluruh perangkat daerah, camat, wali nagari (kepala desa) dan pihak terkait lainnya untuk ikut mengawal jalannya penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan sesuai ketentuan. (Aprima Akbar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar