Solok.SumbarMaju.com, — Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Rinaldi, S.Ag., menegaskan bahwa semangat dan nilai kepahlawanan harus terus hidup dalam setiap pengabdian ASN di lingkungan Kementerian Agama. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Solok. Senin, 10 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Rinaldi membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang berpesan agar semangat perjuangan para pahlawan dijadikan teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tiga keteladanan utama yang ditekankan adalah kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, serta pandangan jauh ke depan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
> “Perjuangan hari ini bukan lagi di medan perang, tetapi dalam bentuk pengabdian tulus, bekerja dengan hati, dan memastikan generasi muda tumbuh dengan ilmu serta empati,” ungkap Rinaldi usai upacara.
Upacara yang mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan” ini menjadi momentum bagi ASN Kemenag Solok untuk memperkokoh semangat kebangsaan dan meneguhkan nilai pengabdian. Tema ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto — memperkuat ketahanan nasional, menegakkan keadilan, serta membangun Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan 17 Pesan dan Kata Mutiara Perjuangan Para Pahlawan Nasional oleh Zulfatmai, S.Ag., Penghulu Ahli Madya pada Kantor Kemenag Kabupaten Solok.
Salah satu pesan yang menggugah datang dari Pahlawan Nasional Pattimura:
> “Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit.”
Upacara diikuti oleh pejabat struktural, pejabat fungsional, pelaksana, serta ASN dari KUA Kecamatan Kubung, Gunung Talang, dan Bukit Sundi. Seluruh peserta tampak khidmat dan penuh semangat dalam mengenang jasa para pahlawan, sekaligus meneguhkan komitmen untuk melanjutkan perjuangan mereka melalui karya nyata dan pelayanan terbaik.
Semangat patriotisme tampak menggelora di wajah para peserta. Tiap langkah dan penghormatan menjadi simbol bahwa jiwa kepahlawanan tidak akan pernah padam di bumi nusantara. Semangat itu kini diterjemahkan dalam dedikasi, ketulusan, dan kejujuran dalam bekerja untuk bangsa. ASN Kemenag Solok menjadi bagian dari mata rantai perjuangan itu — bukan dengan senjata, melainkan dengan pelayanan dan pengabdian.
Peringatan Hari Pahlawan ini menjadi cermin bahwa perjuangan tidak berhenti pada masa lalu. Ia terus hidup dalam tindakan nyata, dalam kerja keras yang berpihak pada rakyat, serta dalam setiap usaha membangun generasi beriman dan berkarakter. Dari Solok, semangat perjuangan itu terus menyala, menembus waktu, meneguhkan tekad: Indonesia harus terus maju dengan semangat kepahlawanan yang tak pernah padam.( Yef )
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar