Solok Kota.SumbarMaju.Com – Kapolres Solok Kota, AKBP Mas’ud Ahmad, S.I.K., M.Si, memimpin langsung Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Serentak, Rabu, 5 November 2025, di halaman Mapolres Solok Kota. Apel ini diikuti seluruh personel Polres, unsur TNI, BPBD, relawan, serta FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia) sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir, longsor, dan angin kencang di wilayah Solok Kota dan sekitarnya.
Kapolres menekankan bahwa apel ini dilaksanakan sesuai Telegram Kapolri STR/3192/X/OPS 2.2/2025 tanggal 31 Oktober 2025, yang menekankan peningkatan kesiapsiagaan personel, koordinasi lintas lembaga, serta peran aktif masyarakat dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi. “Kesiapsiagaan personel Polres bukan sekadar tugas formalitas. Ini adalah tanggung jawab moral kita sebagai aparat negara. Setiap detik kesiapsiagaan kita bisa menyelamatkan nyawa dan harta masyarakat,” tegas Kapolres.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya solidaritas, disiplin, dan profesionalisme dalam menghadapi bencana. Ia juga menyoroti peran masyarakat dan FKPPI sebagai mitra strategis dalam kesiapsiagaan bencana. “Bersama TNI, BPBD, relawan, dan FKPPI, kita membangun sistem tanggap darurat yang cepat, tepat, dan efektif. Gotong royong dan semangat patriotik adalah benteng kita dalam menghadapi ancaman bencana,” ujarnya.
Apel ini menampilkan simulasi evakuasi warga terdampak bencana, pengecekan peralatan darurat, dan koordinasi komunikasi antarinstansi. Simulasi melibatkan seluruh elemen, mulai dari personel Polres hingga masyarakat, sehingga kesiapsiagaan dapat diuji secara nyata. FKPPI berperan mendampingi warga, menyalurkan bantuan logistik, serta memberikan edukasi mitigasi bencana.
Kapolres menekankan bahwa kesiapsiagaan personel harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk memantau kondisi lingkungan. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, potensi bencana dapat terdeteksi lebih awal, sehingga langkah penanggulangan bisa lebih cepat dan tepat. Kehadiran FKPPI menjadi penguat kolaborasi antara aparat dan warga, menegaskan bahwa gotong royong dan patriotisme adalah kunci menghadapi bencana.
Selain itu, Kapolres menekankan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, edukasi, dan kolaborasi dengan relawan lokal, agar setiap ancaman bencana dapat diantisipasi secara cepat. “Bencana tidak menunggu kesiapan kita. Namun dengan solidaritas, disiplin, dan semangat patriotik, kerugian dapat diminimalisir dan masyarakat terlindungi,” jelas Kapolres.
Apel kesiapsiagaan ini sejalan dengan arahan pemerintah daerah dan BNPB untuk memperkuat sistem tanggap darurat bencana, mengingat prakiraan cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga akhir 2025. Dengan digelarnya apel ini, Polres Solok Kota berharap penanganan bencana dapat lebih cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran, serta kolaborasi antara aparat, relawan, dan masyarakat semakin solid.
Kegiatan ini menjadi simbol heroik bahwa keselamatan rakyat adalah panggilan hati setiap putra-putri bangsa, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah bukti nyata pengabdian serta patriotisme yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di akhir kegiatan, Kanit Binmas Polres Solok Kota, AKP Jufrinaldi, S.H., saat dihubungi oleh awak media menyampaikan bahwa peran personel Polres di lapangan harus selalu maksimal, terutama dalam mendampingi masyarakat saat evakuasi dan mengedukasi warga tentang mitigasi bencana. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kesiapsiagaan Polres Solok Kota tidak lepas dari dukungan penuh seluruh personel, relawan, dan FKPPI, sehingga semua pihak siap menghadapi berbagai skenario bencana yang mungkin terjadi.
( Yef )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar