Saldi Nafri S.Ag.MA, Tegaskan Pentingnya Adat Basandi Syara’ bagi Ninik Mamak Aue Angek

Saldi Nafri S.Ag.MA, Tegaskan Pentingnya Adat Basandi Syara’ bagi Ninik Mamak Aue Angek

Redaksi

Sijunjung, SumbarMaju.com – Sekretaris I LKAAM Kabupaten Sijunjung, Saldi Nafri, S.Ag., MA, menekankan pentingnya peranan ninik mamak dalam menjaga kelestarian adat istiadat sekaligus menegakkan prinsip Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah pada kegiatan Penguatan Kapasitas Ninik Mamak di Nagari Aue Angek, Kecamatan Sijunjung, Selasa (18/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di lantai dua Kantor Wali Nagari Aue Angek ini diikuti oleh seluruh ninik mamak dari berbagai jorong di nagari setempat. Saldi Nafri dalam materinya menjelaskan bahwa ninik mamak memegang posisi strategis sebagai penjaga adat sekaligus sebagai pengarah masyarakat dalam menjalankan nilai-nilai agama dan budaya.


“Peranan ninik mamak sangat penting. Mereka bukan hanya pelindung adat, tetapi juga teladan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Dengan pemahaman yang baik, ninik mamak dapat memastikan bahwa adat dan syarak dijalankan secara seimbang, sehingga tidak hanya melestarikan tradisi tetapi juga memperkuat moral dan etika masyarakat,” ujar Saldi Nafri.

Lebih lanjut, Saldi Nafri menekankan bahwa Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah bukan sekadar konsep atau teori, melainkan pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui ninik mamak, nilai-nilai adat dapat diterapkan dengan bijaksana, terutama dalam pengambilan keputusan di tingkat nagari, penyelesaian perselisihan, dan pembinaan generasi muda.


Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas ninik mamak dalam memahami peran mereka secara lebih mendalam. Materi yang disampaikan membahas hubungan harmonis antara adat, syarak, dan kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, ninik mamak diharapkan dapat menjadi penghubung yang kuat antara tradisi dan agama, sekaligus menjaga keseimbangan kehidupan sosial di nagari.


Selain materi tentang adat dan syarak, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antar ninik mamak. Interaksi langsung selama diskusi membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam melestarikan adat, termasuk adaptasi terhadap perubahan zaman dan perkembangan teknologi informasi yang mempengaruhi perilaku masyarakat, khususnya generasi muda.


Kegiatan ini merupakan wujud komitmen LKAAM Kabupaten Sijunjung untuk memperkuat fungsi ninik mamak sebagai pilar adat yang tak tergantikan. Dengan dukungan pemahaman yang baik, ninik mamak dapat menjadi teladan sekaligus penggerak pelestarian budaya, yang tidak hanya menjaga identitas nagari tetapi juga memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat.


“Dengan ninik mamak yang tangguh dan memahami adat serta syarak, nagari akan menjadi masyarakat yang berbudaya, religius, dan harmonis. Ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang,” tutup Saldi Nafri.( Yef )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar