Suku Koto , Koto Sani Gelar Tradisi Makan Sadaun, Dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, S.Hi

Suku Koto , Koto Sani Gelar Tradisi Makan Sadaun, Dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, S.Hi

Redaksi

Koto Sani.SumbarMaju.Com -Tradisi adat Makan Sadaun kembali digelar oleh masyarakat Suku Koto di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok. Kegiatan yang sarat nilai kebersamaan dan kesetaraan ini berlangsung di Surau Tan’Naim pada Rabu, 12 November 2025, dan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.Hi.

Tradisi Makan Sadaun memiliki makna filosofis yang mendalam. Selain menjadi simbol persaudaraan, kegiatan ini menegaskan nilai kesetaraan sosial dan semangat gotong royong yang tetap hidup di tengah masyarakat. Dalam pelaksanaannya, seluruh warga duduk sejajar tanpa perbedaan status sosial, menikmati hidangan bersama di atas daun sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.Hi menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada masyarakat Koto Sani yang masih menjaga tradisi leluhur dengan penuh semangat. Menurutnya, kegiatan seperti Makan Sadaun merupakan bentuk nyata kekuatan sosial dan kebersamaan masyarakat Minangkabau.

> “Tradisi Makan Sadaun ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Semangat kebersamaan, saling menghargai, dan gotong royong harus terus dijaga agar menjadi teladan bagi generasi muda,” ujar Wabup Candra.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Alexandra dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan panitia yang telah berpartisipasi, serta kepada pemerintah daerah yang selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan adat.


> “Kegiatan ini tidak hanya tentang makan bersama, tetapi tentang memperkuat ikatan batin antar dunsanak. Kami berharap tradisi Makan Sadaun tetap hidup di tengah masyarakat dan menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan serta saling menghargai,” ujar Alexandra.


Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan Makan Sadaun tahun ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar generasi, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau.


Tradisi Makan Sadaun di Koto Sani bukan sekadar seremoni adat, tetapi cerminan nilai-nilai sosial dan budaya yang mengikat masyarakat dalam satu kesatuan yang harmonis. Melalui tradisi ini, kebersamaan dan rasa saling menghormati diharapkan terus tumbuh dan diwariskan dari generasi ke generasi di Ranah Solok.


Lebih dari sekadar tradisi, Makan Sadaun juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk merenungi makna kesederhanaan dan kesetaraan. Di tengah modernisasi yang serba cepat, nilai-nilai seperti ini menjadi penopang utama agar budaya lokal tetap kokoh dan tidak kehilangan jati diri.( Yef )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar