Solok.SumbarMaju.com - Banjir besar yang melanda Kabupaten Solok kembali menyisakan duka mendalam bagi banyak keluarga. Hampir seluruh wilayah terdampak, termasuk kawasan Aie Dingin, Alahan Panjang, tempat di mana rumah salah satu siswa MAN Koto Baru mengalami kerusakan cukup berat akibat terjangan arus. Dalam suasana yang penuh kecemasan itu, MAN Koto Baru bergerak cepat untuk hadir di sisi keluarga siswa.Jumat,5/12/2025.
Musibah ini bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga mengguncang batin keluarga yang tengah berjuang melewati masa sulit. Kesedihan dan kepasrahan terpancar dari wajah mereka ketika melihat rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung berubah menjadi puing. Melihat kondisi tersebut, pihak madrasah merasa terpanggil untuk segera memberikan dukungan.
Kepala MAN Koto Baru, Febrita S.Pd., M.Pd.I, menegaskan bahwa masyarakat madrasah adalah satu keluarga besar yang tidak boleh membiarkan anggotanya berjalan sendiri dalam kesusahan. “Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa kepedulian dan kekuatan agar keluarga siswa tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ungkapnya dengan penuh haru.
Tim madrasah turun langsung ke lokasi, menyaksikan kondisi rumah yang rusak dan menyerahkan bantuan darurat untuk kebutuhan mendesak. Kehadiran mereka disambut dengan mata yang berkaca-kaca, karena di tengah duka dan ketidakpastian, perhatian tersebut menjadi cahaya kecil yang menguatkan.
Bagi keluarga siswa, bantuan ini bukan hanya tentang barang yang diterima. Lebih dari itu, ini adalah pengingat bahwa masih ada tangan-tangan baik yang mau menggenggam mereka ketika keadaan terasa terlalu berat. Semangat dan harapan pun perlahan tumbuh kembali di tengah puing-puing pascabanjir.
Masyarakat sekitar pun mengapresiasi langkah cepat MAN Koto Baru, menyebut kehadiran madrasah sebagai bentuk nyata dari pendidikan berbasis akhlak dan kepedulian. Madrasah tidak hanya mengajar, tetapi turun menyatu dengan warganya ketika musibah menyerang.
Di tengah bencana yang hampir merata melanda Kabupaten Solok, MAN Koto Baru kembali menegaskan komitmennya: hadir, mendampingi, dan memberikan kekuatan bagi setiap warganya. Karena bagi mereka, kepedulian adalah bagian dari ibadah, dan kebersamaan adalah kunci untuk bangkit dari duka.( Yef )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar