Saniang Baka. Solok. SumbarMaju. Com — Setelah berbulan-bulan terbengkalai pasca bencana banjir dan galodo yang melanda akhir tahun 2025 lalu, ratusan hektar lahan persawahan di wilayah ini kini mulai memasuki tahap penggarapan, Jumat (10/4/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pengolahan lahan sudah mulai berjalan di sejumlah titik. Alat berat tampak diturunkan untuk meratakan lumpur serta material yang sebelumnya menimbun sawah, sementara sebagian lahan juga mulai dibersihkan.
Kondisi ini disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat. Mereka mengaku lega karena lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
“Sawah kami sebelumnya tertutup lumpur tebal dan tidak bisa diolah sama sekali. Sekarang sudah mulai dibersihkan, tentu kami sangat senang,” ujar salah seorang petani.
Sementara itu, Andre dari tim teknis Dinas Pertanian saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal penggarapan sawah yang terdampak bencana tahun lalu.
“Hari ini adalah pertama kali dilakukan penggarapan untuk lahan sawah yang terdampak bencana. Untuk mekanisme anggaran, seluruhnya dikelola secara teknis melalui dinas terkait dan tidak disalurkan langsung kepada petani. Ini sudah sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) pembiayaan yang berlaku,” jelasnya.
Andre juga menambahkan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pekerjaan penggarapan ini ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan.
“Menurut aturan, pekerjaan ini ditargetkan selesai antara Juni hingga Juli, termasuk perbaikan irigasi-irigasi yang mengalami kerusakan akibat bencana,” tambahnya.
Di lokasi yang sama, Wali Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Baka, yang turut mendampingi tim teknis dari Dinas Pertanian, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Solok, terutama kepada Jon Firman Pandu dan Candra, atas dimulainya kembali penggarapan lahan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Solok, khususnya kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati, yang telah mendorong dimulainya penggarapan ratusan hektar sawah yang terdampak banjir dan galodo tahun lalu.
Selama kurang lebih empat bulan terakhir, sebagian besar petani kita tidak bisa bekerja. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dimulainya penggarapan ini menjadi titik awal kebangkitan bagi para petani di wilayahnya.
“Namun hari ini sudah mulai dikerjakan, dan kita sudah melihat tanda-tanda harapan itu kembali,” tambahnya.
Masyarakat berharap proses penggarapan ini terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, sehingga seluruh lahan terdampak dapat segera kembali produktif dan perekonomian petani kembali pulih seperti sediakala.( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar