Dari Kursi Roda ke Tangga Pesawat, Ada Cinta dalam Setiap Pelayanan.

Dari Kursi Roda ke Tangga Pesawat, Ada Cinta dalam Setiap Pelayanan.

Redaksi

Padang. SumbarMaju.com — Suasana haru menyelimuti keberangkatan jemaah haji dari Asrama Haji Tabing Padang menuju bandara pada musim haji 2026. Di tengah langkah-langkah pelan para calon tamu Allah, terlihat pemandangan yang begitu menyentuh hati, ketika para petugas dengan penuh kesabaran dan keikhlasan mendampingi para jemaah, khususnya lanjut usia, menuju kendaraan hingga ke pintu pesawat.4/5/2026.

Sejak pagi hari, wajah-wajah penuh harap tampak menghiasi setiap sudut asrama. Sebagian jemaah menahan air mata, sebagian lagi tersenyum bahagia karena impian menunaikan rukun Islam kelima akhirnya menjadi kenyataan. Di balik kebahagiaan itu, para petugas sibuk memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan aman, nyaman, dan lancar.

Layanan ramah lansia menjadi salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Para jemaah yang membutuhkan bantuan mobilitas didampingi secara khusus, mulai dari penggunaan kursi roda, bantuan berjalan, hingga pendampingan saat menaiki kendaraan dan memasuki area bandara.

Tidak sedikit petugas yang harus mendorong kursi roda sambil menenangkan jemaah yang terlihat gugup. Ada pula yang sigap menggandeng tangan jemaah lansia agar tetap tenang saat berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Semua dilakukan dengan senyum tulus dan semangat pengabdian.


Pemandangan paling menggetarkan terlihat ketika seorang jemaah lansia tersenyum haru sambil melambaikan tangan dari kursi roda saat hendak diberangkatkan.


 Di sekelilingnya, petugas terus memastikan ia merasa nyaman hingga tiba di tangga pesawat. Momen sederhana itu menjadi gambaran nyata bahwa pelayanan haji bukan sekadar tugas administratif, tetapi panggilan hati.


Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, H. M. Rifki, menyampaikan bahwa pelayanan kepada jemaah harus lebih menekankan sisi kemanusiaan, kepedulian, dan kenyamanan, terutama bagi jemaah lanjut usia serta mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Menurutnya, ibadah haji adalah perjalanan suci yang harus diawali dengan pelayanan terbaik sejak dari tanah air.


“Jemaah haji adalah tamu Allah. Karena itu, mereka harus kita layani dengan hormat, penuh kasih, dan kesungguhan. Jangan biarkan satu pun jemaah merasa sendiri dalam perjalanan ini,” ujar H. M. Rifki.


Sementara itu, Kepala UPT Embarkasi Haji Padang, H. Afrizen, menegaskan bahwa seluruh jajaran embarkasi terus siaga memberikan pelayanan maksimal sejak jemaah tiba di asrama hingga diberangkatkan menuju Tanah Suci.


Menurutnya, pelayanan terbaik bukan hanya terlihat dari kelancaran administrasi, tetapi juga dari perhatian kecil yang dirasakan langsung oleh jemaah, seperti bantuan berjalan, pendampingan lansia, kebersihan penginapan, konsumsi yang baik, serta respon cepat terhadap kebutuhan kesehatan.


“Kami ingin setiap jemaah merasakan bahwa mereka dihormati, diperhatikan, dan dilayani sepenuh hati. Ketika jemaah tersenyum tenang saat berangkat, itulah kebahagiaan terbesar bagi kami para petugas,” ungkap H. Afrizen.


Ia menambahkan, seluruh petugas di Embarkasi Padang dibekali semangat melayani dengan tulus karena keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari jadwal yang tepat, tetapi juga dari kenyamanan jemaah selama berada di embarkasi.


Keberangkatan jemaah dari Padang tahun ini menjadi bukti bahwa sinergi antara petugas embarkasi, tenaga kesehatan, pihak keamanan, dan maskapai penerbangan berjalan baik. Seluruh unsur bekerja sama agar proses menuju pesawat berlangsung tertib tanpa mengurangi kenyamanan jemaah.


Bagi keluarga yang mengantar, suasana perpisahan menjadi momen penuh emosi. 


Tangis bahagia, pelukan terakhir, dan lambaian tangan mewarnai keberangkatan. Banyak keluarga menitipkan doa agar orang tua mereka diberi kesehatan dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.


Sementara itu, bagi para petugas, melihat jemaah berhasil diberangkatkan dengan aman menjadi kebahagiaan tersendiri. Lelah yang dirasakan seolah terbayar lunas ketika menyaksikan senyum para jemaah yang siap terbang menuju Tanah Suci.


Perjalanan dari kursi roda ke tangga pesawat mungkin tampak sederhana bagi sebagian orang. Namun di balik perjalanan singkat itu, ada cinta, pengabdian, dan ketulusan yang tak ternilai. Sebab melayani tamu Allah adalah kehormatan, dan setiap langkah yang diiringi kepedulian akan menjadi amal yang terus mengalir.


Kini para jemaah telah berangkat membawa harapan dan doa.


 Sementara di tanah air, para petugas kembali bersiap menyambut kloter berikutnya, melanjutkan tugas mulia mengantar tamu-tamu Allah menuju perjalanan sucinya.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar