Saniangbaka.SumbarMaju.com — Menjelang Pemilihan Antar Waktu (PAW) Wali Nagari, dinamika politik di Saniangbaka mulai menghangat. Sejumlah nama yang diperkirakan maju dalam kontestasi tersebut kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Empat nama yang disebut-sebut bakal ikut bertarung yakni Mukrizon, SH, Ade Patria, Atri Sopen, dan Ery Dinar. Keempat kandidat dinilai memiliki peluang yang sama untuk meraih dukungan masyarakat.
Namun demikian, warga menilai memimpin Nagari Saniangbaka bukan perkara mudah. Salah seorang warga menyebut, kondisi masyarakat yang kritis, tingkat sumber daya manusia yang tinggi, serta karakter warga yang kuat membuat seorang pemimpin harus memiliki kemampuan lebih dibanding daerah lain.Selasa, 5/5/2026.
Menurutnya, Wali Nagari PAW saat ini maupun pemimpin definitif pada Pilwana 2028 mendatang harus benar-benar sosok yang siap bekerja keras dan mampu menjawab tantangan zaman.
Pemimpin yang hanya mengandalkan popularitas dinilai tidak akan cukup.
Warga berharap calon terpilih nantinya memiliki kemampuan lobi dan menjadi negosiator yang handal, baik dalam menghadapi persoalan masyarakat maupun saat berhubungan dengan pemerintah daerah, DPR, dan DPRD. Kemampuan membangun jaringan dinilai penting demi mempercepat pembangunan nagari.
Selain itu, calon pemimpin juga diharapkan mempunyai manajemen pemerintahan yang baik, kapabilitas, akuntabilitas, kemampuan menyelesaikan konflik, serta memahami regulasi dan perundang-undangan. Dengan kemampuan tersebut, jalannya pemerintahan dinilai akan lebih efektif dan profesional.
Pasca bencana besar yang melanda kawasan tersebut, warga juga meminta seluruh calon membuka mata lebar-lebar melihat kondisi terkini di lapangan. Masih banyak persoalan yang perlu menjadi perhatian serius pemimpin baru, mulai dari rumah warga yang hanyut, penanganan aliran batang air ,(Tangaya),hingga progres pembangunan infrastruktur yang rusak.
Selain itu, kerusakan jembatan yang menghambat mobilitas masyarakat juga menjadi sorotan. Warga berharap calon pemimpin memahami bagaimana proses pengusulan dana pusat maupun daerah agar pembangunan kembali bisa segera terealisasi.
Tak hanya itu, lahan pertanian dan sawah yang tertimbun pasir akibat banjir dan galodo juga menjadi persoalan besar.
Masyarakat ingin mengetahui sejauh mana calon memahami aturan bantuan pemerintah untuk petani, serta langkah konkret memulihkan produksi pertanian yang menjadi sumber ekonomi warga.
Peningkatan ekonomi masyarakat pascabencana juga dinilai harus masuk dalam visi besar para calon.
Lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, dan pemulihan pendapatan warga menjadi isu penting yang harus dijawab dengan program nyata.
“Jadi banyak lagi yang perlu dibahas. Pemimpin ke depan harus paham persoalan nagari dan tahu cara mencari solusi,” ujar salah seorang warga kepada SumbarMaju.Com.
Dengan semakin dekatnya tahapan pemilihan, suhu politik di Saniangbaka dipastikan terus meningkat. Siapa pun yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa perubahan dan menyatukan seluruh elemen masyarakat menuju nagari yang lebih maju.( Yef)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar