BLK Solok dan Lapas Alahan Panjang Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Program Pelatihan

BLK Solok dan Lapas Alahan Panjang Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Program Pelatihan

Redaksi

Alahan Panjang — Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan terus diperkuat. UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Solok menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Alahan Panjang melalui program pelatihan keterampilan bagi warga binaan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kepala UPTD BLK Solok, Zulya Ermawati, S.H., dengan Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, S.Sos., M.H.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Melalui pelatihan yang diberikan, warga binaan diharapkan memiliki kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk hidup mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala UPTD BLK Solok, Zulya Ermawati, S.H., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen BLK Solok dalam memperluas akses pelatihan keterampilan kepada masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.


“Pelatihan keterampilan tidak hanya bertujuan memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesiapan warga binaan agar memiliki bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun menjadi bekal memasuki dunia kerja.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Alahan Panjang, Harianto, S.Sos., M.H., kepada awak media, Sabtu (19/09/2026), menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan BLK Solok.


Ia mengatakan, pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Tidak hanya menjalani masa pidana, warga binaan juga perlu dipersiapkan agar mampu kembali menjalani kehidupan secara produktif setelah bebas.


“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat,” ungkap Harianto.


Dengan adanya sinergi antara BLK Solok dan Lapas Kelas III Alahan Panjang, program pembinaan diharapkan tidak berhenti pada aspek pembinaan selama berada di dalam lapas, tetapi juga mampu memberikan bekal keterampilan yang bernilai dan dapat diterapkan setelah warga binaan menyelesaikan masa pembinaannya. (A.R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar