Solok, .SumbarMaju.com — MTsN 2 Solok terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperkuat kompetensi para guru melalui Workshop Penguatan Kompetensi Guru yang berfokus pada implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan pembelajaran mendalam. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 18–19 September 2026, di D’ Lerazion.
Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, Dr. Dedi Wandra, M.A. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Lizi Virma Surianti, S.S.T., M.Si. dan Dr. Rika Maria, M.A.
Dalam sambutannya, Dr. Dedi Wandra menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya berbicara tentang metode pembelajaran, tetapi bagaimana pendidikan mampu membentuk peserta didik menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, jujur dan bertanggung jawab.
Menurutnya, pendekatan pendidikan dengan cinta harus mampu membangun hubungan yang kuat antara aspek spiritual dan tanggung jawab moral peserta didik.
Guru, kata dia, memiliki peran penting dalam menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya mengejar kecerdasan akademik, tetapi juga membentuk kepribadian dan akhlak peserta didik.
“Pendekatan dengan cinta, bagaimana kita bisa menjadikan siswa berkarakter, berakhlak mulia, jujur dan bertanggung jawab,” ujar Dr. Dedi Wandra.
Ia menambahkan, proses pembelajaran di madrasah harus mempunyai arah yang jelas serta dapat diukur pencapaiannya.
“Pembelajaran di madrasah harus terarah dan terukur,” tegasnya.
Empat Wakil Kepala MTsN 2 Solok Dikukuhkan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok juga mengukuhkan empat Wakil Kepala MTsN 2 Solok.
Keempatnya yakni Ramadanis sebagai Waka Kurikulum, Yudafri Yenti sebagai Waka Kesiswaan, Wermayuda sebagai Waka Humas, dan Yondrizal sebagai Waka Sarana dan Prasarana.
Dr. Dedi Wandra berharap para Wakil Kepala yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Ia juga meminta agar para Wakil Kepala mampu membangun sinergi dengan kepala madrasah, guru dan seluruh keluarga besar MTsN 2 Solok.
Menurutnya, keberhasilan dalam mengelola madrasah tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama dan koordinasi seluruh unsur madrasah.
“Para Wakil Kepala yang dikukuhkan diharapkan bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, bersinergi bersama guru dalam membangun madrasah, serta bekerja dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Kepala MTsN 2 Solok: Ikuti Workshop dengan Serius
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Solok, Erdinal, S.Ag., menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut.
Ia menilai kegiatan ini sangat penting untuk menambah wawasan dan memperkuat kompetensi guru, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran.
Erdinal mengajak seluruh guru yang mengikuti kegiatan agar memanfaatkan workshop tersebut secara maksimal.
“Mari kita ikuti kegiatan ini dengan serius,” ajaknya.
Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama workshop diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehingga memberikan dampak positif bagi peserta didik.
Guru Didorong Menjadi Teladan
Pada hari pertama, materi disampaikan oleh Dr. Lizi Virma Surianti, S.S.T., M.Si., dengan tema “Penguatan Kompetensi Guru dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang Bermakna dan Berkarakter.”
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Pengawas Hajriani, M.Pd.I., yang memberikan materi mengenai strategi praktis dalam menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka.
Dalam pemaparannya, Dr. Lizi menekankan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta tidak sebatas pada penggunaan metode tertentu dalam proses belajar mengajar.
Lebih dari itu, guru dituntut mampu menjadi teladan bagi peserta didik melalui sikap, ucapan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, peserta didik banyak belajar dari apa yang mereka lihat dan contoh dari orang-orang di lingkungan mereka, termasuk guru.
Karena itu, seorang guru harus mampu menghadirkan keteladanan melalui sikap yang baik, kesabaran, kepedulian dan kasih sayang, sekaligus tetap memberikan batasan serta arahan yang mendidik.
“Sebagai guru, kita harus memberikan contoh hal-hal yang baik. Mengajar bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendidik dengan hati,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam workshop tersebut.
Pembelajaran Mendalam dan Modul Ajar
Pada hari kedua, Sabtu, 19 September 2026, kegiatan dilanjutkan dengan materi dari Dr. Rika Maria, M.A.
Materi yang diberikan meliputi Implementasi Pembelajaran Mendalam, Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, serta Mendidik dengan Cinta: Kolaborasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta.
Para peserta juga mendapatkan praktik pembuatan Modul Ajar dan Modul Kokurikuler.
Rangkaian materi tersebut dirancang agar para guru tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di madrasah.
Melalui workshop ini, MTsN 2 Solok berupaya membangun pola pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kecerdasan akademik dengan pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan dalam menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, humanis dan tetap terarah.
Dengan penguatan kompetensi guru serta sinergi seluruh unsur madrasah, MTsN 2 Solok diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berakhlak mulia, jujur, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap sesama.( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar