Buyung Andika Nomor Urut 3: Tak Mengumbar Janji, Siap Buktikan dengan Kerja Nyata

Buyung Andika Nomor Urut 3: Tak Mengumbar Janji, Siap Buktikan dengan Kerja Nyata

Redaksi

PASAMAN BARAT.SumbarMaju.com — Calon Wali Nagari Ampek Koto Barat, Buyung Andika, nomor urut 3, menegaskan komitmennya untuk tidak mengumbar janji dalam kontestasi pemilihan Wali Nagari. Ia memilih mengedepankan kerja nyata, kedekatan dengan masyarakat serta perjuangan yang dilakukan secara bersama.

Hal itu disampaikan Buyung Andika saat diwawancarai awak media Sumbar Maju di Nagari Ampek Koto Barat, Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (18/9/2026).


Dalam wawancara tersebut, Buyung Andika menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin membangun dukungan masyarakat hanya dengan berbagai janji. 


Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana seorang calon mampu menunjukkan fakta, pengalaman dan kesiapannya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.


“Kita tidak mengumbar janji, tetapi kita membuktikan fakta. Kita tidak mengedepankan janji uang, tetapi menjanjikan apa yang bisa kita perjuangkan secara bersama,” tegas Buyung Andika.


Ia mengatakan, menjadi Wali Nagari bukan hanya persoalan mendapatkan kepercayaan masyarakat melalui pemilihan. Lebih dari itu, seorang Wali Nagari harus siap menerima amanah dan bekerja bersama masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di nagari.


Menurut Buyung Andika, pembangunan nagari tidak mungkin dilakukan seorang diri.

 Pemerintahan nagari membutuhkan keterlibatan masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda, unsur perempuan serta berbagai elemen lainnya agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Karena itu, ia mengusung slogan “Pilihan Kito Basamo”. Slogan tersebut, menurutnya, bukan sekadar kalimat yang dipasang pada baliho, tetapi menggambarkan keinginannya agar masyarakat ikut menjadi bagian dalam proses pembangunan Nagari Ampek Koto Barat.


“Bagi saya, yang penting bukan banyaknya janji yang disampaikan. Yang penting adalah apa yang bisa kita perjuangkan bersama dan apa yang nantinya bisa kita buktikan kepada masyarakat,” ujarnya.


Buyung Andika juga menyoroti pentingnya kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakat. Dalam materi kampanyenya, ia menampilkan pesan “Untuk apa egois, yang penting dekat dengan masyarakat.” Menurutnya, seorang pemimpin harus membuka ruang komunikasi sehingga persoalan masyarakat dapat diketahui secara langsung.


Kedekatan dengan masyarakat, lanjutnya, juga diperlukan agar pemerintahan nagari tidak berjalan sendiri. Aspirasi masyarakat harus menjadi salah satu dasar dalam menentukan program dan kebijakan pembangunan nagari.


Selain mengedepankan kedekatan dengan masyarakat, Buyung Andika juga menampilkan sejumlah dokumentasi kegiatan dalam alat peraga kampanyenya.


 Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari materi pengenalan dirinya kepada masyarakat Ampek Koto Barat.


Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menjadikan janji uang sebagai bagian utama dalam membangun dukungan. Bagi Buyung Andika, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu memperjuangkan kepentingan mereka melalui program dan kerja yang dapat dipertanggungjawabkan.


“Kita tidak menjanjikan sesuatu hanya untuk mendapatkan suara. Kita ingin memperjuangkan apa yang memang bisa diperjuangkan secara bersama-sama. Masyarakat juga harus dilibatkan dalam menentukan apa yang menjadi kebutuhan nagari,” katanya.


Ia berharap proses pemilihan Wali Nagari Ampek Koto Barat dapat berjalan dengan baik dan masyarakat dapat menentukan pilihannya berdasarkan pertimbangan masing-masing terhadap visi, gagasan, pengalaman serta rekam jejak para calon.


Dengan nomor urut 3, Buyung Andika kini membawa pesan “Pilihan Kito Basamo”. Ia menempatkan kerja nyata, fakta, kedekatan dengan masyarakat dan perjuangan bersama sebagai poin utama yang disampaikan kepada masyarakat.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar