BUKITTINGGI, Sumbarmaju. Com— Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bukittinggi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) periode 2026–2031 di Balai Sidang Bung Hatta, Kota Bukittinggi.
Kegiatan mengusung tema “Memperkuat Sinergi PHRI untuk Pariwisata Bukittinggi yang Berkualitas, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.”
Muscab tersebut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan pariwisata, di antaranya Danramil 01/Bukittinggi Mayor Inf Karyanto yang hadir mewakili Dandim 0304/Agam, Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol. Ruly Indra Wijayanto, S.I.K., M.Si., Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Pemko Bukittinggi Robi Novaldi, S.E., Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, serta Ketua BPD PHRI Sumatera Barat Ae Rina Pangeran, S.E., M.B.A.
Turut hadir Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2021–2026 H. Taufik Hidayat, S.E., jajaran pengurus BPC PHRI Bukittinggi, panitia Muscab, anggota PHRI, dan tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars Sumatera Barat, Mars PHRI dan Hymne PHRI, dilanjutkan penampilan Tari Pasambahan, doa bersama, laporan ketua panitia, serta penyampaian sambutan dari sejumlah pihak.
Dalam sambutannya, Ketua BPC PHRI Bukittinggi periode 2021–2026 H. Taufik Hidayat mengatakan Muscab merupakan momentum penting bagi organisasi untuk mempertanggungjawabkan kepengurusan periode sebelumnya sekaligus mengevaluasi program yang telah berjalan dan menyusun arah organisasi untuk periode mendatang.
Menurutnya, pelaku usaha perhotelan dan restoran menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan kondisi ekonomi, perkembangan pariwisata, persaingan usaha, hingga tuntutan peningkatan kualitas pelayanan dan adaptasi teknologi.
“PHRI tidak hanya merupakan wadah bagi para pelaku usaha hotel dan restoran, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung pembangunan kepariwisataan Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara PHRI, Pemerintah Kota Bukittinggi, Forkopimda, pelaku UMKM, organisasi kepariwisataan dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BPD PHRI Sumatera Barat Ae Rina Pangeran menyampaikan bahwa Muscab tidak sekadar menjadi agenda pergantian atau penyusunan kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi, penyatuan visi dan penyusunan program kerja organisasi.
Ia menyebut Kota Bukittinggi memiliki potensi pariwisata yang besar sehingga perkembangan sektor hotel, restoran dan usaha pariwisata memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah dan kunjungan wisatawan.
“Dunia usaha tidak hanya menjadi penerima manfaat dari perkembangan pariwisata, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan destinasi wisata yang berkualitas, aman, nyaman dan berdaya saing,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, BPD PHRI Sumatera Barat juga menyatakan kesiapan untuk mendukung BPC PHRI Bukittinggi dalam menghadapi tantangan dunia usaha, termasuk peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan sumber daya manusia, promosi pariwisata dan penguatan kolaborasi antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah.
Dalam sambutan Walikota Bukittinggi yang disampaikan Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Robi Novaldi, disebutkan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Kota Bukittinggi.
Menurutnya, pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan sektor perhotelan, kuliner, perdagangan, transportasi, UMKM dan berbagai sektor jasa lainnya.
Semakin banyak wisatawan yang datang dan semakin lama mereka tinggal di Bukittinggi, maka semakin besar pula dampaknya terhadap perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kota Bukittinggi, lanjutnya, terus mendorong penataan kota, peningkatan daya tarik destinasi, perbaikan sarana dan prasarana serta penciptaan suasana kota yang nyaman bagi wisatawan.
“Pembangunan pariwisata bukan hanya berbicara mengenai jumlah objek wisata, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem pariwisata yang mampu menggerakkan seluruh sektor ekonomi,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata terus diperkuat sehingga kunjungan wisatawan meningkat, lama tinggal wisatawan bertambah, lapangan kerja semakin terbuka dan dampaknya dapat dirasakan masyarakat.
Muscab BPC PHRI Bukittinggi periode 2026–2031 kemudian dibuka secara resmi oleh unsur Forkopimda melalui pemukulan gendang tambua, dilanjutkan dengan foto bersama.
Pelaksanaan Muscab diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan profesionalisme organisasi serta meningkatkan kolaborasi antara PHRI, pemerintah daerah, Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pariwisata Bukittinggi yang berkualitas, berdaya saing dan berkelanjutan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar